Washington,LiputanIslam.com-Penasihat keamanan nasional AS pada hari Senin (5/8) menyatakan, Washington menentang diadakannya pemilu baru di Venezuela, selama Nicolas Maduro masih memegang tampuk kepresidenan.

John Bolton mengklaim, selama masih berkuasa, pemerintahan Maduro bisa saja memanipulasi hasil pemilu demi kepentingan dirinya.

Di hadapan para jurnalis di ibukota Peru, Lima, Bolton menilai perundingan antara pemerintahan Maduro dengan oposisi di Barbados “tidak serius.” Dia menilai, perundingan itu lebih menguntungkan Maduro, sebab dengannya ia bisa “membeli waktu.”

Baca: IRGC Ancam AS Jika Berani Targetkan Iran

AS dan sekutunya pada Januari lalu secara ilegal mengakui Juan Guaido (ketua dewan nasional dan pemimpin oposisi Venezuela) sebagai “presiden baru” negara Latin tersebut. Washington juga mengklaim pemerintahan Maduro sebagai “pemerintahan tidak sah,” padahal beberapa bulan sebelumnya, Maduro terpilih sebagai presiden usai meraih mayoritas suara.

Menurut media-media AS, saat menyatakan dukungan untuk Guaido, Gedung Putih berharap dia bisa menyingkirkan Maduro hanya dalam rentang beberapa hari, untuk kemudian menarik dukungan militer baginya. Faktanya, setelah berlalunya beberapa bulan, skenario itu praktis gagal. Washington juga tak sanggup membujuk militer Venezuela untuk mendukung Guaido. (af/alalam)

Baca Juga:

Menlu Iran Dikenai Sanksi Setelah Menolak Ajakan Pertemuan Dengan Presiden AS

Presiden Venezuela Nyatakan Siap Berperang Jika AS Memblokade Negaranya

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*