Abuja,LiputanIslam.com-Kelompok Boko Haram kerap menggunakan anak di bawah umur dalam serangan bom bunuh diri. Jumlah anak-anak yang digunakan sebagai ‘senjata’ ini terus meningkat tiap tahun.

Menurut laporan UNICEF, jumlah anak-anak yang dimanfaatkan Boko Haram dalam serangan bunuh diri di tahun 2017 meningkat 4 kali lipat dibanding tahun 2016.

RT mengutip dari UNICEF bahwa sejak awal 2017, sebanyak 83 anak telah melakukan aksi bom bunuh diri. Sementara di tahun 2016, jumlahnya hanya 19 anak saja. 55 dari mereka adalah anak perempuan, dan 27 sisanya adalah anak lelaki. Mayoritas anak perempuan masih berusia di bawah 15 tahun. Seorang bayi yang masih menyusu juga dilaporkan pernah diikatkan ke tubuh seorang anak perempuan pelaku bom bunuh diri.

Dalam laporan yang dipublikasikan Selasa (22/8) ini, UNICEF menyatakan kekhawatirannya terhadap masalah ini. Penggunaan anak-anak sebagai pelaku serangan bunuh diri disebut UNICEF sebagai perbuatan biadab.

Rebecca Dali, seorang warga Nigeria yang menjadi manajer sebuah biro konsultasi kejiwaan, pernah mengatakan,”Dari 209 orang yang kabur dari Boko Haram, terdapat sejumlah anak yang masih berusia 4 tahun.”

Dalam wawancara dengan Reuters, Dali mengungkapkan, di antara ratusan orang pelarian ini terdapat dua anak perempuan yang dilatih untuk serangan bunuh diri. “Mereka didoktrin bahwa hidup mereka baru bernilai dengan cara meledakkan diri dan membunuh orang lain,”papar Dali.

Muhammad Bukhari, presiden Nigeria, pada Senin pekan ini menyatakan, negaranya akan berjuang lebih keras dalam memerangi Boko Haram. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL