boko haramNew York, LiputanIslam.com — PBB mengungkapkan bahwa Boko Haram menggunakan anak-anak untuk melakukan tindak kekerasan. Jumlahnya meningkat hingg 11 kali lipat dalam kurun waktu setahun.

“Jumlah bomber anak-anak yang terlibat dalam serangan di Nigeria, Kamerun, Chad dan Niger, telah meningkat. Yang awalnya hanya 4 orang pada tahun 2014, menjadi 44 orang pada tahun 2015,” terang UNICEF dalam laporan yang diterbitkan, seperti dilansir Press TV (12/4/2014).

Laporan yang berjudul “Beyond Chibok” juga mengungkapkan bahwa satu dari setiap lima bomber Boko Haram dalam dua tahun terakhir adalah bomber anak-anak.

Manuel Fontaine, Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Barat dan Afrika Tengah, menegaskan bahwa anak-anak ini adalah korban. Mereka menipu dan memaksa anak-anak untuk melakukan tindakan kekerasan, dan menurut dia, hal ini adalah salah satu fenomena yang paling mengerikan dari serangkaian kekerasan yang terjadi di Nigeria dan sekitarnya.

Ditambahkan, bahwa anak laki-laki dipaksa untuk menyerang keluarganya sebagai bentuk kesetiaan kepada Boko Haram, sedangkan anak perempuan mengalami pelecehan seksual dan perkawinan paksa.

Pada bulan April 2014, militan Boko Haram menculik 276 perempuan dari sekolah asrama di kota Chibok. Puluhan gadis berhasil melarikan diri, namun nasib 219 gadis lainnya masih belum diketahui.

Diperkirakan sekitar 20.000 orang telah tewas dan lebih dari 2,6 juta orang lainnya kehilangan tempat tinggal sejak Boko Haram mulai melakukan aksi teror berdarah di Nigeria pada tahun 2009.

Boko Haram, telah melebarkan serangannya dari timur laut Nigeria, ke negara-negara tetangganya seperti Chad, Niger dan Kamerun. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL