Abuja,LiputanIslam.com-Para pejabat Nigeria memperingatkan, para wanita anggota Boko Haram menggendong bayi-bayi saat melakukan aksi bom bunuh diri. Tujuannya adalah agar mereka tidak terindentifikasi.

Menurut laporan BBC, sudah lama kelompok-kelompok teroris menggunakan kaum wanita dalam aksi bom bunuh diri. Namun, dilibatkannya bayi dalam aksi teror ini menandakan sebuah tren yang sangat membahayakan.

Pada 13 Januari 2017, dua wanita yang mengenakan sabuk bom berhasil melewati pos pemeriksaan di kota Madagali, negara bagian Adamawa, di timur Nigeria. Selain pelaku, bom tersebut menewaskan empat orang lain.

Belakangan, diketahui bahwa dua wanita ini lolos dari pemeriksaan karena menggendong bayi. Inilah yang mengelabui aparat dan membiarkan mereka lewat.

Kelompok Boko Haram dituduh sebagai tersangka utama pelaku aksi teror ini. Salah satu barometernya adalah penggunaan wanita dan gadis dalam serangan bunuh diri. Kelompok takfiri ini terkait dengan ISIS dan telah melakukan sejumlah kejahatan mengerikan di Timur Tengah serta utara Afrika.

Pada tahun 2015, empat wanita juga berusaha melakukan aksi teror di Madagali. Aparat berhasil mengidentifikasi dua orang dari mereka, namun dua wanita lain yang menggendong bayi, lolos dari pemeriksaan dan melakukan bom bunuh diri.

Sejak dimulainya aktifitas Boko Haram di negara bagian Borno delapan tahun lalu, pemerintah Nigeria berkutat dalam perang melawan kelompok teroris ini. Dalam jangka waktu ini, sekitar 15 ribu orang tewas dan lebih dari dua juta orang terlunta-lunta. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL