Doha,LiputanIslam.com-Sebuah media AS dalam analisisnya menyatakan, ada kemungkinan Qatar akan keluar dari Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Menurut Bloomberg, keluarnya Qatar secara mendadak dari OPEC memunculkan sejumlah pertanyaan. Di antaranya adalah apakah langkah ini merupakan pendahuluan untuk keluarnya Doha dari GCC?

Dalam tulisan tersebut dikatakan, jika Qatar keluar dari GCC, hal itu akan membuat orang-orang Saudi marah dan menempatkan mereka dalam posisi sulit.

Qatar disebut Bloomberg telah mengajukan sejumlah alasan keluar dari OPEC, setelah menjadi anggota organisasi ini selama 27 tahun. Alasan-alasan yang sama juga bisa digunakan untuk menjustifikasi keluarnya Doha dari GCC.

Situs ini mengutip pernyataan Hamad bin Jasim (mantan PM Qatar), yang pernah berkata bahwa OPEC tidak membawa manfaat bagi Qatar dan justru merugikannya.

“Ini justifikasi yang sangat kuat terkait kondisi di GCC. Apalagi di antara anggota GCC, ada dua negara (Saudi dan UEA) yang selama 18 bulan terakhir memprovokasi negara-negara Arab untuk memutus hubungan dengan Doha,”tulis Bloomberg.

Meski demikian, Bloomberg melanjutkan, jika Qatar keluar dari GCC, hal ini justru akan menguatkan klaim Saudi dan UEA bahwa penguasa Doha berniat mengacaukan persatuan Arab.

“Namun jika Qatar tetap bertahan di GCC, tindakan ini akan memberikan peluang kepada Doha untuk menegaskan komitmennya terhadap organisasi tersebut. Dengan demikian, krisis antara negara-negara Arab di Teluk Persia akan semakin berkurang.”

Pada Senin (3/12) lalu, menteri energi Qatar menyatakan negaranya keluar dari OPEC. Saad al-Kaabi beralasan, Qatar tidak memiliki kapasitas minyak yang mencukupi. Qatar disebutnya hanya memiliki kapasitas untuk produksi gas.

OPEC sendiri menghormati keputusan ini dan mengatakan, tiap anggota organisasi ini berhak untuk keluar kapan pun mereka menghendaki. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*