Washington,LiputanIslam.com-Sebuah media AS menyatakan, Iran telah menunjukkan kepada Donald Trump bahwa ia terlalu besar untuk bisa dilenyapkan atau dikucilkan.

Situs Bloomberg dalam analisisnya menulis, beberapa waktu lalu Trump memperingatkan, jika Iran melakukan sesuatu, ia akan menerima konsekuensi yang sangat buruk.

“Sesuatu yang besar telah terjadi dengan diserangnya infrastruktur minyak Saudi. Meski demikian, justru pemerintah yang bercokol di Washington-lah yang menghadapi kesulitan,”lanjut Bloomberg.

Baca: AS Mengaku Akan Buktikan Keterlibatan Iran Dalam Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Situs ini lalu menyinggung serangan terbaru ke kilang minyak Aramco dan tuduhan keterlibatan Iran dalam serangan itu.

“Setelah para petinggi pemerintahan AS jelas-jelas menyalahkan Iran atas serangan itu, masih belum jelas apakah AS bisa melakukan pembalasan ke negara yang sedang dijatuhi sanksi-sanksi berat ekonomi,”tandas Bloomberg.

“Bahkan jika ada pemberi suara AS yang menginginkan berkobarnya perang lain di Teluk (Persia), Iran terlalu besar untuk diserang. Selain itu, jika AS berniat meningkatkan ketegangan, Iran juga sanggup untuk melancarkan serangan balasan,”lanjutnya.

Di bagian lain analisisnya, Bloomberg menilai Iran masih tetap aktif di Irak, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Afghanistan. Menurut Bloomberg, ini jelas berlawanan dengan kehendak Washington. Sebab, pemerintah Trump mengira Iran akan mundur dari aktivitas regionalnya usai AS keluar dari JCPOA dan menjatuhkan sanksi-sanksi baru. (af/alalam)

Baca Juga:

Cina Kecam Tudingan AS kepada Iran terkait Serangan Minyak Saudi

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*