Washington,LiputanIslam.com-Presiden AS melalui Twitter kembali mengecam OPEC atas mahalnya harga minyak. Menurut kutipan Sputnik dari Bloomberg, OPEC dalam situasi seperti ini biasanya menjadi kambing hitam untuk kenaikan harga bensin di AS. Bloomberg berpendapat, tekanan atas OPEC untuk meningkatkan produksi minyak, tidak bisa menurunkan harga bensin dalam untuk waktu yang lama.

Satu-satunya solusi bagi Trump untuk menurunkan harga bensin AS, kata Bloomberg, adalah perubahan kebijakan AS terhadap Iran.

“Para analis dan pebisnis minyak mengetahui sesuatu yang tidak atau tak bisa dipahami oleh Trump. Jika embargo ekspor minyak Iran diberlakukan sepenuhnya pada November nanti, produsen minyak selain Iran tak akan sanggup menutupi defisit minyak.

“Andai Trump sukses membekukan ekspor minyak Iran, pasar sedikitnya membutuhkan 2,7 juta barel per hari guna menutupi defisit. Jika hal ini tak bisa diwujudkan, maka berdasarkan prediksi Merril Lynch (bank terbesar kedua AS), harga minyak bisa mencapai 120 dolar per barel. Meski demikian, dalam dunia khayalan Trump, harga bensin harus turun!,”tulis Bloomberg. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*