Sanaa,LiputanIslam.com-Kemenlu Yaman dalam statemennya menyatakan, ditutupnya perbatasan laut-darat-udara Yaman adalah bukti kekalahan dan kebingungan Saudi dalam menghadapi perlawanan rakyat Yaman.

Menurut Kemenlu Yaman, blokade atas perbatasan negara ini bukan hal baru, sebab Yaman telah dikepung koalisi Saudi sejak agresi yang dimulai tahun 2015 lalu.

Statemen ini menyatakan, rakyat Yaman telah menderita akibat serangan teroganisis dari koalisi Saudi selama beberapa tahun terakhir. Serangan-serangan itu telah menyebabkan masalah dan kelaparan rakyat tertindas Yaman.

Kemenlu Yaman dalam statemennya menyinggung tindakan tidak manusiawi koalisi Saudi, seperti menutup bandara Sanaa, mengepung pelabuhan al-Hudaida, dan mencegah masuknya kapal-kapal pembawa bantuan makanan dan obat-obatan. Tindakan-tindakan ini dilakukan pihak agresor untuk memaksa rakyat Yaman menyerah.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Turki al-Maliki, juru bicara koalisi Saudi, pada Senin (6/11) menyatakan, Saudi akan menutup jalur darat,udara, dan laut Yaman. Hal ini dilakukan sebagai balasan atas rudal-rudal balistik yang ditembakkan pejuang Yaman ke Riyadh.

Sebuah sumber di angkatan laut dan penjaga pantai Yaman menegaskan, pihaknya siap untuk membalas segala tindakan bodoh koalisi Saudi.

“Tindakan Saudi yang memblokade pelabuhan-pelabuhan Yaman akan mendatangkan akibat buruk bagi mereka,”tegas sumber tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL