Sana’a,LiputanIslam.com—Seorang pejabat PBB, Mark Lowcock telah memperingatkan Dewan Keamanan PBB minggu lalu, bahwa Yaman akan menderita kelaparan terbesar di dunia dalam beberapa dekade ke depan, dengan ancaman terbunuhnya jutaan jiwa, jika Arab Saudi tidak segera mengizinkan masuknya makanan dan obat-obatan di seluruh pelabuhan di Yaman serta mengizinkan beroperasinya pelayanan udara di kota Sana’a dan Aden.

Arab Saudi telah melakukan blokade atas Yaman sejak 5 November lalu, setelah kelompok Houthi mengancam Ibu Kota Riyadh dengan serangan rudal balistik. Walaupun otoritas Saudi telah menurunkan blokadenya atas Yaman dan hanya mengontrol sebagian pelabuhan saja, tetapi pasokan makanan yang masuk ke Yaman masih belum mencukupi kebutuhan tujuh juta warga Yaman yang sedang menghadapi bahaya kelaparan.

Yaman telah ditimpa kesengsaraan secara bertubi-tubi setelah lebih dari tiga tahun perang di negara itu tak kunjung usai. Setidaknya, 10.000 orang telah terbunuh oleh bom-bom militer Arab Saudi yang dilakukan dengan bantuan Amerika Serikat. Tak hanya itu, wabah kolera yang mengamuk di negara itu telah menjangkiti 900.000 ribu orang di Yaman. Kini kehidupan 17 juta warga Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan. Kapal-kapal dan pesawat kargo yang mengangkut makanan, obat-obatan, serta bahan bakar ke warga sipil yang dilanda perang di Yaman, terlebih dahulu diperiksa oleh PBB untuk memastikan tidak ada senjata yang ikut disisipkan.

Menghalangi bantuan kemanusiaan dan menciptakan kelaparan sebagai senjata merupakan sebuah kejahatan perang, dan Arab Saudi harus menyadari bahwa kini dunia mulai memperhatikannya.

Pada Senin (13/11), Kongres Amerika Serikat telah mengeluarkan sebuah resolusi yang mengecam penargetan warga sipil Yaman dan menyeru semua pihak yang terlibat untuk mencegah jatuhnya korban sipil dan meningkatkan askes kemanusiaan bagi warga Yaman.

“Satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan warga Yaman adalah dengan cara menekan semua pihak supaya segera menemukan solusi politik,” ucap kongres tersebut. (fd/NYT)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL