Washington,LiputanIslam.comReuters dalam laporan eksklusifnya menulis, Erik Prince (pendiri korporasi keamanan swasta Black Water) berupaya membentuk tentara bayaran di Venezuela, yang akan digunakan untuk menggulingkan pemerintahan Nicolas Maduro. Prince juga dikenal sebagai pendukung fanatik Donald Trump.

Menurut empat sumber terpercaya Reuters, demi mewujudkan proyek ini, Prince dalam beberapa bulan terakhir bertemu dengan “para pendukung presiden AS” dan “kaum hartawan Venezuela di pengasingan.”

Dalam pertemuan-pertemuan eksklusif di AS dan Eropa tersebut, Prince menggulirkan proyek pembentukan “tentara bayaran berjumlah 5000 personel” di Venezuela. Tentara bayaran itu dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela.

Reuters mengaku, pihaknya telah menghubungi Garrett Marquis (jubir Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih) terkait proyek Prince ini. Namun Marquis enggan berkomentar.

Pasca sejumlah skandal Black Water dan pembunuhan warga sipil di Irak, Prince mengubah nama perusahaannya, lalu menjualnya. Sejak 2014 lalu, ia mendirikan perusahaan kontraktor militer “Frontier Resource Group” di Hongkong.

Saat dihubungi Reuters, Edward Rodriguez (jubir Guaido) hanya mengatakan, para petinggi Guaido tak pernah bicara dengan Prince soal masalah keamanan.

Lital Leshem (direktur hubungan investasi di Frontier Resource Group) sebelum ini mengatakan,Prince berminat pada operasi keamanan di Venezuela.

”Dia (Prince) memiliki solusi untuk Venezuela, sebagaimana ia memiliki solusi untuk kawasan-kawasan lain,”ujar Leshem.

Menurut laporan media-media AS, sebelum ini Prince berunding dengan pemerintahan Trump untuk menyerahkan urusan perang di Afghanistan kepada pihak swasta. Dia menginginkan agar tentara AS di negara itu digantikan oleh serdadu militer dari swasta. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*