Tokyo, LiputanIslam.com—Kisruh di perusahaan Jepang terkenal, Toshiba, akhirnya  memuncak dengan mundurnya pimpinan perusahaan ini dan pernyataan merugi sebesar 6,3 miliar Dollar terkait bisnis nuklir dengan AS.

Para analis saat ini membahas kemungkinan bangkrutnya Toshiba, yang memperkerjakan hampir 200.000 orang di Jepang dan memiliki investasi penting di AS ini.

“Perusahaan ini adalah perusahaan yang bersejarah dan sangat penting bagi ekonomi Jepang, sehingga kasus ini sangat penting bagi Jepang,” kata Tom O’Sullivan, seorang analis energi dari Tokyo. “Kasus ini akan mempengaruhi rating kredit Jepang,” sambungnya.

Berita mengenai kasus ini muncul ke publik setelah statistik pemerintah menunjukkan bahwa ekonomi Jepang tumbuh melambat 0,2 percent dalam tiga bulan menjelang Desember, dan ini merupakan kuartal ketiga berturut-turut perlambatan yang dialami negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini.

Eksekutif Toshiba dijadwalkan akan menyampaikan pengumuman laba perusahaan kuartalan Selasa lalu, sesuai aturan Tokyo Stock Exchange tentang melaporkan pendapatan dalam waktu 45 hari, namun mereka batal muncul. Perusahaan ini mengatakan bahwa mereka “tidak siap” untuk membuat pengumuman dan meminta satu bulan lagi untuk mengajukan. Akibatnya, saham Toshiba pun turun 8 persen dalam perdagangan lokal pada Selasa lalu.

Kemudian, setelah pasar saham telah ditutup, Toshiba mengatakan bahwa mereka merugi 6,3 miliar Dollar akibat akuisisi Stone & Webster, bisnis konstruksi nuklir, dari Chicago Bridge & Iron pada bulan Desember. Shigenori Shiga, pimpinan perusahaan ini pun mengundurkan diri. (dw/washingtonpost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL