TelAviv,LiputanIslam.com-Usai terbetiknya kabar soal dukungan negara-negara Arab terhadap proposal perdamaian Donald Trump, yang dikenal dengan “Kesepakatan Abad Ini,” baru-baru ini tersiar berita pertemuan sekelompok kepala biro intelijen Arab dengan anggota biro intelijen Israel, Mossad.

Pertemuan dengan Yossi Cohen ini dilakukan secara rahasia sekitar sepuluh hari lalu, menyusul meningkatnya hubungan rahasia sebagian negara Arab dengan Rezim Zionis.

Menurut situs Israel Arutz Sheva, pertemuan ini digagas oleh Jared Kushner (menantu dan penasihat Trump) dan Jason Greenblatt (utusan khusus Trump untuk urusan Timteng). Mereka berdua juga dikabarkan menghadiri pertemuan tersebut.

Mereka yang hadir di pertemuan itu adalah Adnan al-Salam al-Jundi (kepala biro intelijen Yordania), Jenderal Abbas Kamil (kepala biro intelijen Mesir), Khaled bin Ali al-Humaidan (kepala biro intelijen Saudi), dan Majid Faraj (kepala biro intelijen PLO).

Faraj disebut-sebut sebagai figur yang diinginkan AS untuk mengepalai PLO setelah Mahmoud Abbas lengser.

Sebelum ini, sekitar dua bulan lalu, Faraj juga bertemu dengan Mike Pompeo (menlu AS) dan membicarakan kondisi PLO pasca lengsernya Abbas.

Harian Israel Hayom juga pernah melaporkan bahwa para petinggi Mesir, Yordania, Saudi, dan UEA menyatakan dukungan terhadap proposal Trump, kendati PLO sendiri menentangnya.

Kushner dalam wawancara dengan harian al-Quds mengatakan, proposal perdamaian tengah mendekati tahap akhirnya. Menurutnya, jika Abbas tidak mau bekerjasama, dia sendiri yang akan mendeklarasikan isi kesepakatan tersebut.

Hingga saat ini, para petinggi PLO menunda perundingan dengan AS, menyusul keputusan kontroversial Trump yang mengakui al-Quds sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv. (af/alalam/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*