Kuwait,LiputanIslam.com-Muhammad bin Salman berkunjung ke Kuwait pada Minggu (30/9) lalu. Kunjungan putra mahkota Saudi ini hanya berlangsung beberapa jam saja, padahal dia sangat berharap banyak dari lawatan ini.

Awalnya, lawatan Bin Salman akan dilakukan pada dari Sabtu hingga Senin. Namun ternyata ditunda hingga sehari, dan itu pun berlangsung sangat singkat.

Menurut al-Arabi al-Jadid, dalam lawatan singkat itu, Bin Salman bertemu dengan amir Kuwait, Sabah al-Ahmad Jabir al-Sabah, putra mahkota, dan sejumlah pejabat Kuwait pada acara makan malam di Istana Bayan.

Bin Salman dikabarkan akan tiba di Kuwait pada Minggu sore, setelah sebelumnya dijadwalkan datang pada Sabtu. Namun, menurut al-Arabi al-Jadid, jadwal kembali diundur hingga malam hari. Hal ini menyebabkan pemerintah Kuwait membatalkan jadwal acara Bin Salman. Televisi Kuwait, yang saat itu tengah menayangkan siaran terkait hubungan Kuwait-Saudi, juga menghentikan tayangan tersebut.

Sebelum Bin Salman, menlu Saudi, Adel al-Jubeir, tiba di Kuwait dan bertemu dengan Sabah al-Khalid al-Sabah.

Menurut laporan ini, putra mahkota Saudi tidak membicarakan isu-isu yang telah ditentukan sebelumnya. Rencananya, kedua pihak akan membahas isu Qatar, pembentukan aliansi Teluk-Arab untuk menghadapi Iran, dan sumur-sumur minyak gabungan.

Kenyataannya, pertemuan hanya diisi acara makan malam dan obrolan ringan. Kendati Bin Salman disertai menteri dalam negeri, menteri perdagangan, menteri energi, dan menlu, tak ada satu pun kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan tersebut.

Kenapa Lawatan Bin Salman Tertunda?

Menjawab pertanyaan ini, al-Arabi al-Jadid menulis,”Menurut para politisi Kuwait yang hadir dalam penyambutan Bin Salman, kunjungan dia ditunda hingga satu hari karena dia menentukan sejumlah syarat terkait krisis Qatar dan sumur-sumur minyak gabungan. Menlu Saudi datang sebelum Bin Salman guna mengetahui tanggapan Kuwait atas syarat-syarat tersebut, yang ternyata ditolak oleh Kuwait.”

Media ini menyebut Kuwait berusaha untuk menghindari kebijakan luar negeri Saudi yang represif. Saudi kini dipandang gemar memaksakan kehendaknya terhadap negara-negara Arab Teluk.

Pada akhirnya, kedua pihak sama-sama dikecewakan oleh lawatan tersebut, meski Bin Salman berusaha mengurangi kebekuan kunjungannya dengan menyampaikan terima kasih kepada amir Kuwait. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*