Riyadh,LiputanIslam.com-Berdasarkan laporan AFP yang dikutip dari New York Times, lebih dari setahun sebelum dibunuhnya Jamal Khashoggi, putra mahkota Saudi mendukung kampanye rahasia untuk membungkam para penentangnya.

Menurut pernyataan para pejabat AS yang membaca laporan-laporan rahasia, kampanye ini mencakup spionase, pengawasan, penyanderaan, penahanan, dan penyiksaan orang-orang Saudi.

New York Times menulis, para pejabat AS menamakan kampanye ini sebagai “Saudi Rapid Intervention Grup.”

Berdasarkan laporan dan wawancara dengan keluarga korban, sedikitnya dari sebagian misi rahasia ini dieksekusi para anggota kelompok tersebut. Kelompok inilah yang tahun lalu membunuh dan melenyapkan jasad Khashoggi pada Oktober 2018. Hal ini menunjukkan, pembunuhan jurnalis Saudi tersebut adalah bagian dari sebuah kampanye lebih besar untuk membungkap oposisi.

Dilansir oleh New York Times, salah satu dari misi tim “Intervensi Cepat” adalah terlibat dalam menangkap dan menyiksa para aktivis wanita ternama di Saudi.

Pada Juni 2018 lalu, tim tersebut begitu sibuk, sampai-sampai kepala tim bertanya kepada seorang penasihat senior Bin Salman, apakah Putra Mahkota akan memberikan gaji tambahan di hari raya Idul Fitri atau tidak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*