Washington,LiputanIslam.com-Dilansir oleh Associated Press, sekretaris angkatan laut AS dipecat dari posisinya, menyusul penentangannya terhadap instruksi Donald Trump (presiden AS) dan Mark Esper (menhan AS).

Namun menurut AFP, Esper meminta agar Richard Spencer mengundurkan diri dari jabatannya.

Menurut seorang juru bicara Pentagon, Esper kehilangan kepercayaannya kepada Spencer usai perdebatannya dengan Gedung Putih terkait sebuah kasus pidana di angkatan laut AS. Juru bicara ini menyatakan, Spencer mengajukan permohonan mundur kepada Pentagon atas permintaan dari Esper.

Baca: “Israel Negara Pertama Pengaku Demokratis Yang Mengusir Staf HRW”

Sebelum ini Spencer menegaskan, meski Trump melarang pemecatan Edward Gallagher atas kejahatan perangnya, dia masih harus menjalani proses hukum.

Harian New York Times mengabarkan, amnesti terhadap Gallagher disampaikan Trump melalui Twitter. Trump juga meminta agar Gallagher diizinkan tetap bertugas di satuan militernya. Ini merupakan kejadian yang sangat langka dalam sejarah hubungan antara presiden dengan militer AS.

Gallagher, yang menyebut Trump sebagai pendukung terpentingnya, dituduh telah menembak warga sipil, membunuh tawanan ISIS dengan pisau berburu di Irak, dan mengancam akan membunuh koleganya yang telah melaporkan tindakannya. Namun tuduhan atas dirinya ini dicabut oleh pengadilan militer.

Meski demikian, angkatan laut AS tetap menurunkan pangkat Gallagher, karena dinilai telah mencemarkan nama angkatan bersenjata dengan memublikasikan foto tawanan remaja ISIS yang dibunuhnya. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*