Palestina,LiputanIslam.com—Berbagai aksi demonstrasi digelar di seluruh dunia dalam rangka memperingati Hari Nakba ke-69, sebagai wujud solidaritas terhadap warga Palestina yang telah dijajah oleh Israel selama bertahun-tahun.

Warga Jerman di Berlin berkumpul pada Sabtu (13/05) dalam rangka memperingati Hari Malapetaka, sebagai tanda atas pengusiran orang-orang Palestina dari tanah mereka oleh Israel, 69 tahun lalu. Acara ini selalu diselenggarakan setiap tahunnya pada 13 Mei.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti “Bebaskan Palestina” dan Palestina akan bebas, dari sungai menuju lautan,” merujuk pada wilayah yang terbentang dari Laut Mediterania di Barat sampai Sunga Jordan di Timur.

Mereka juga membawa spanduk bertuliskan,“Yahudi, kembalikan hak warga Palestina” dan “Kebebasan untuk Palestina.”

“Kami ada di sini untuk menunjukkan dukungan bagi warga Palestina,” ucap salah seorang demonstran, Martin Suchanek.

Hari Nakba mengacu pada pengusiran paksa sekitar 750.000 warga Palestina dari tanah mereka pada tahun 1948 dan pelarian mereka yang tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan negara-negara tetangga. Kini, lebih dari lima juta orang Palestina diperkirakan akan mengungsi ke seluruh dunia.

Di tempat lain, tepatnya di kota Toronto-Kanada, para demonstran pendukung orang-orang Palestina, berkumpul bersama di depan gedung konsulat Israel serta menyatakan dukungan mereka terhadap para tahanan Palestina yang sedang melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel.

Salah satu demonstran menggarisbawahi pentingnya upaya untuk menekan pemerintah Kanada agar melakukan sesuatu lebih dari apa yang telah mereka lakukan terkait dengan konflik Israel-Palestina.

“Orang-orang secara khusus memprotes hak-hak tahanan Palestina yang sayangnya mengalami penindasan di bawah pendudukan Israel,” tambah demonstran tersebut.

Sejak 17 April, lebih dari 1.600 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan untuk mengungkapkan kemarahan mereka pada kondisi sulit yang diberlakukan di penjara Israel.

Komunitas Tahanan Palestina, juga telah menyebutkan angka yang lebih tinggi, yakni 3.000 tahanan Palestina, ikut serta dalam aksi pemogokan tersebut.

Aksi mogok makan tersebut dijuluki sebagai Freedom and Dignity Strike, yang dipimpin oleh pemimpin tahanan pergerakan Fatah Palestina, Marwan Barghouti. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL