iran ladang minyakSingapura, LiputanIslam.com — Singapura mengumumkan pencabutan larangan transaksi dengan Iran, yang mulai berlaku secara efektif per 28 Januari 2016.

Seperti diketahui, Singapura memberlakukan larangan transaksi dengan Iran pada bulan Juni 2012 saat Barat menekankan sanksi ekonomi terhadap Iran terkait program nuklir. Segala bentuk transaksi baik langsung maupun tak langsung, mengatur, memfasilitasi, berpartisipasi dalam hubungan dan bisnis dengan Iran dilarang keras.

Namun pada tanggal 16 Januari, hasil dari kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara P5+1 yang tercapai pada Juli 2015 lalu telah berlaku. Sanksi dari AS, PBB dan Eropa terhadap Iran pun dicabut.

Menurut Presstv (30/1/2016) sebelum adanya larangan transaksi, Singapura mengimpor minyak Iran dalam jumlah yang cukup besar. Hingga 9 Februari 2011, tercatat Singapura mengimpor minyak sebanyak 362. 448 juta ton.

Indonesia sendiri, mengimpor minyak dari Arab Saudi dan Singapura. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat bahkan mengaku malu karena Indonesia masih bergantung impor minyak dan BBM dari Singapura. Padahal, negara itu tidak punya ladang minyak.

“Malu kita, masak kita bergantung dengan Singapura, dia sendiri tidak punya lapangan minyak. Itu tidak logis.”

Setiap hari Indonesia harus mengimpor 900 ribu barel minyak dari berbagai negara, termasuk Singapura untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri per hari yang mencapai 1,4 juta barel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2013 Indonesia mengimpor hasil minyak atau BBM dengan total 28,56 miliar dolar AS atau sekitar Rp 285 triliun. Dari jumlah itu, nilai impor BBM dari Singapura 15,145 miliar dolar AS atau sekitar Rp 151 triliun. Jumlah BBM yang diimpor Indonesia dari Singapura mencapai 29,6 juta ton.

Setelah sanksi dicabut, beranikah Indonesia mengikuti jejak Turki dan Singapura, yang mengimpor minyak dan gas langsung dari Iran? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL