Saudi forces carry the corpse of Sulaiman al-Maliki, the first Saudi soldier killed in cross-border clashes near border with Yemen.

Saudi forces carry the corpse of Sulaiman al-Maliki, the first Saudi soldier killed in cross-border clashes near border with Yemen.

Asir, LiputanIslam.com — Baku tembak antara pasukan keamanan Saudi dan pejuang Ansarullah dilaporkan telah menewaskan dua tentara Saudi di perbatasan. Sebagaimana dilansir Press TV, 4 April 2015, kedua tentara yaitu Abdulrahman al-Qahtani dan Mohammed al-Harbi tewas dalam baku tembak antara wilayah Najran dan Asir.

Bentrokan ini, merupakan wujud perlawanan rakyat Yaman atas agresi Arab Saudi. Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Penjaga Perbatasan Arab Saudi, Laksamana Awad bin Idul Balawi, dan ia menyebut sebagai sebuah insiden mematikan.

Sedangkan sebelumnya, pada hari Kamis, seorang tentara Saudi tewas dan 10 orang lainnya luka-luka saat melintasi perbatasan Yaman. Sulaiman al-Maliki, menjadi tentara pertama Arab Saudi yang tewas pasca diberlakukannya agresi. Menanggapi hal itu, Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa penjaga perbatasan di pos-pos wilayah Asir di barat daya berada di bawah ‘kobaran api’.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan sekutunya mulai menggempur Yaman pada tanggal 26 Maret untuk menumpas kelompok revolusioner Ansarullah (Syiah Houti) yang mereka sebut sebagai ekstremis, dan memulihkan kekuasaan mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi. (Baca: Tragis, Wajah Yaman Hari ini)

Para pejuang Ansarullah menguasai ibukota Yaman pada bulan September 2014 dan saat ini bergerak ke selatan. Kaum revolusioner ini mengatakan bahwa Hadi dan jajaran pemerintahannya tidak mampu menjalankan urusan negara, dan terbukti korup. Yaman merupakan salah satu negara termiskin di dunia, dan di dalamnya juga bercokol kelompok-kelompok teror yang meresahkan rakyat.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Valerie Amos mengatakan bahwa akibat kekerasan yang berlangsung selama dua minggu di Yaman, setidaknya 519 orang, termasuk wanita dan anak-anak telah kehilangan nyawanya. Sementara itu, sekitar 1.700 orang dilaporkan menderita luka-luka. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL