Mukha,LiputanIslam.com—Lebih dari 40 orang tewas dalam bentrokan yang terjadi antara para pejuang dari kelompok Houthi dengan aliansi militer pimpinan Saudi di dekat pelabuhan Mukha, Yaman, dalam beberapa hari terakhir.

Para pejabat militer dan beberapa orang saksi yang berada di rumah sakit mengatakan pada Minggu (30/7), bahwa 16 orang anggota kelompok Houthi dan tujuh anggota kelompok militan yang didukung oleh Arab Saudi telah kehilangan nyawa dalam bentrokan tersebut.

Sementara itu, 20 orang gerilyawan pro-Saudi terbunuh dalam serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi beberapa hari sebelumnya di sebuah pangkalan militer, Provinsi Ta’iz, sekitar 40 kilometer sebelah timur kota Mukha.

Dalam beberapa bulan terakhir, kota Mukha telah menjadi lokasi pertempuran antara militer Yaman pro-Saudi dengan para pejuang Houthi.

Pada Februari lalu, kelompok militan pro-Saudi mengatakan bahwa mereka telah berhasil menguasai pelabuhan yang sangat strategis tersebut.

Kabar lainnya datang dari sebuah media yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah mengatakan bahwa pada Sabtu (29/7), 12 anggota militer UEA telah tewas sementara 23 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan rudal yang dilancarkan militer Yaman ke kapal militer UEA di pantai pelabuhan Mukha. Sementara itu, sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa jenazah para korban telah diterbangkan ke bandara Eritrea, Kota Assab.

Pada Jum’at, militer Yaman yang didukung oleh para pejuang dari Komite Populer, berhasil merebut beberapa pangkalan militer strategis milik militer Saudi di Jizan. Hal ini merupakan serangan balasan atas pengeboman yang dilakukan Saudi terhadap negara tersebut.

Arab Saudi telah memimpin sebuah kampanye militer yang sangat brutal terhadap Yaman selama lebih dari dua tahun. Tujuannya adalah untuk mengikis habis kelompok Houthi dan menegakkan kembali pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh. Namun, hingga kini, militer Saudi belum berhasil mewujudkan tujuannya.

Sementara itu, dampak yang ditimbulkan akibat agresi militer ini setiap harinya terus membesar. Kabarnya, 12.000 warga Yaman telah meninggal, termasuk perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, infrastruktur yang telah terbangun di Yaman pun hancur dan tidak bisa digunakan lagi. Akibatnya, Yaman tidak memiliki wadah yang cukup untuk menangani wabah kolera yang juga tengah menjangkiti negara itu.

Di sisi lain, Amerika dan Inggris, hingga kini terus memberikan senjata militer kepada Arab Saudi. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL