Ankara,LiputanIslam.com-Moskow menyebut serangan udara Rusia atas tentara Turki di Suriah sebagai kekeliruan tak disengaja. Namun, bisa jadi tujuan dari ‘kekeliruan’ ini adalah mengirim pesan tak langsung kepada Erdogan.

Recep Tayyip Erdogan adalah orang yang kepribadiannya selalu berubah-ubah menuruti kepentingan dan kondisi kejiwaannya. Kali ini pun begitu mendapat senyuman dari Trump, dia melupakan jalan yang baru ditempuhnya bersama Rusia. Sekali lagi, ia menghidupkan mimpinya menggulingkan al-Assad dan menguasai wilayah Suriah lebih banyak lagi.

Dalam laporan terkait hal ini, Elhadas News menulis,”Berdasarkan pertanda dan bukti yang ada, kedekatan hubungan Rusia dan Turki akan kembali diuji jika kebodohan dan keplinplanan Erdogan terus berlanjut.”

Baru-baru ini, serangan udara Rusia atas posisi-posisi tentara Turki di dekat al-Bab menewaskan dan melukai sejumlah serdadu Turki. Rusia mengaku itu adalah sebuah kesalahan akibat tidak adanya koordinasi dengan Turki. Namun menurut Elhads News, kondisi sekarang tidak memungkinkan terjadinya kesalahan semacam ini. Kecuali bahwa serangan itu memang disengaja dan bertujuan menyampaikan pesan secara tidak langsung kepada Turki.

‘Kekeliruan’ ini terjadi persis setelah Erdogan menghubungi Trump melalui telepon. Sangat jelas bahwa setelah perbincangan telepon ini, sikap Turki terkait masalah Suriah kembali berubah. Terlebih perbincangan ini menyinggung mimpi Erdogan untuk mengadakan kawasan aman di perbatasan Turki dan Suriah. Isu kawasan aman ini menghangatkan kembali hubungan Ankara-Washington dan membahayakan posisi Moskow. Meski demikian, Putin telah menegaskan ia tak akan membiarkan hal ini terwujud.

Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa Moskow telah mengirim pesan transparan kepada Ankara. Bola kini ada di area Turki dan harus ditunggu bagaimana Erdogan memainkan bola tersebut di hari-hari mendatang. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL