Gaza, LiputanIslam.com–Hamas dan Israel telah mengisyaratkan selama beberapa bulan terakhir tentang kemungkinan perang antara Gaza dan Israel.

Mengutip perkataan pejabat Hamas, kemungkinan perang baru dengan Israel pada tahun 2018 ini mencapai  “95 persen”.  Hal ini juga disampaikan oleh petinggi IDF, Gadi Eizenkot, yang menyatakan bahwa pernyerbuan Israel ke Gaza sangat mungkin terjadi tahun ini.

Ironisnya, Eizenkot menyebut perang ini mereka lakukan untuk “mencegah keruntuhan kondisi kemanusiaan” di  Gaza. Ia mengklaim, aksi militer terhadap sipil dan infrastruktur di Gaza  akan memperbaiki kehidupan penduduk di kawasan itu.

Mengenai situasi kemanusiaan di Gaza, Israel merespon isu tersebut dengan tidak biasa.

Krisis di Gaza menjadi topik artikel dari berbagai media Israel yang meyakinkan bahwa situasi seperti itu “berita bohong.” Media-media tersebut mulai menciptakan teori konspirasi sejak awal tahun ini, dengan menyalahkan militer Israel karena mempropagandakan “mantra jahat”.

Media-media ini mengklaim bahwa isu krisis kemanusiaan ini dipalsukan oleh Hamas supaya mendapat fasilitas gratis dari pemerintah Israel.

Menurut jurnalis dan penulis Whitney Webb, menyebarnya teori-teori semacam itu meski telah ada bukti nyata dan jelas tentang situasi buruk di Gaza, juga langkah Israel dalam mempererat blokade, memperlihatkan bahwa kebijakan Israel terhadap kawasan pendudukan tidak mungkin mereda kapanpun dan bahkan mungkin memperparah. (ra/mintpress.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*