Washington,LiputanIslam.com-Mike Pompeo (menlu AS) dan Nikki Hailey (dubes AS untuk PBB) pada Selasa sore waktu setempat mengumumkan keluarnya AS dari Dewan HAM PBB.

Pompeo mengklaim bahwa pemerintahan Donald Trump ‘melindungi kebebasan yang telah diberikan Tuhan kepada semua manusia.’ Klaim ini dilontarkan Pompeo walau negaranya selalu mendukung para penjahat internasional, menempatkan para diktator di berbagai penjuru dunia, dan baru-baru ini mengurung para imigran di sangkar.

“Pemerintahan Trump berkomitmen untuk menjaga kemuliaan dan kemerdekaan yang diberikan Tuhan kepada semua manusia…Kita harus jujur bahwa Dewan HAM adalah pembela lemah untuk hak asasi manusia,”ujar Pompeo.

Dia menuduh Tiongkok, Kuba, dan Venezuela memiliki “sejarah menakutkan” dalam HAM, sehingga dia mengkritik keanggotaan tiga negara ini dalam dewan HAM PBB.

“Dewan HAM telah gagal mewujudkan tujuannya. Pemerintahan-pemerintahan tiran dengan masa lalu yang mengerikan di bidang HAM, seperti Tiongkok, Kuba, dan Venezuela adalah anggota di dewan ini,”kata Pompeo.

Menlu AS lalu mengkritik Dewan HAM bersikap ‘tidak adil’ terhadap Israel, tanpa menyinggung kejahatan yang dilakukan Rezim Zionis selama ini.

“Sikap bias Dewan HAM yang terus berlanjut terhadap Israel tidak bisa dikendalikan lagi. Sejak dibentuk, dewan ini telah mengeluarkan resolusi-resolusi yang mengecam Israel lebih banyak dibandingkan semua negara-negara lain.”

Senada dengan Pompeo, Haley juga menuduh Dewan HAM bersikap tidak adil. Dia mengatakan, “rezim-rezim paling antikemanusiaan” lolos dari investigasi dewan ini, sementara negara-negara dengan rekam jejak HAM positif justru menjadi terdakwa.

Haley menyebut resolusi-resolusi Dewan HAM soal kejahatan Israel terhadap warga Palestina sebagai salah satu bukti “permusuhan tiada akhir” dewan ini kepada Rezim Zionis. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*