Teheran,LiputanIslam.com-Beberapa waktu lalu, Iran melarang salah satu anggota tim pemantau Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memasuki fasilitas nuklirnya. Melalui Kazem Qarib Abadi (wakil Iran di PBB dan badan-badan internasional), Teheran memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

“Pada tanggal 28 Oktober lalu, sejumlah pemantau dari IAEA mengunjungi fasilitas nuklir di Natanz. Seperti lazimnya, pemeriksaan dilakukan di gerbang masuk dengan menggunakan alat pendeteksi kimia khusus untuk menemukan bahan peledak yang mengandung nitrat. Saat pemeriksaan, alarm menyala pada seorang anggota tim pemantau. Ketika tim keamanan mengulang proses pemeriksaan, alarm menyala berkali-kali dan hanya mengarah pada pemantau itu,”kata Qarib Abadi.

Baca: Iran Resmi Umumkan Dimulainya Pengayaan Uranium di Fasilitas Fordow

Menurutnya, tim keamanan curiga bahwa alarm mungkin dipicu oleh pakaian atau alat-alat pribadi pemantau tersebut. Sebab itu, dia diperiksa lebih lama dan dia pun menyetujuinya.

“Tim keamanan bahkan mengecek kamar kecil yang digunakan pemantau itu dengan alat khusus, dan di sana alarm berbunyi lebih nyaring,”lanjut Qarib Abadi.

Dia menjelaskan, tim keamanan lalu memeriksa tempat menginap pemantau itu, setelah terlebih dahulu meminta izin darinya dan berkoordinasi dengan pihak IAEA.

“Saat sebagian peralatan dan obat-obat pemantau itu diperiksa, kami tidak menemukan masalah. Namun alarm berbunyi saat alat pendeteksi ditaruh di atas tas kosong milik yang bersangkutan. Dengan persetujuan IAEA, kami lalu mengambil sampel dari tas tersebut,”jelas Qarib Abadi.

Menurutnya, pemeriksaan dengan berbagai alat detektor menunjukkan hasil yang sama, yaitu keberadaan bahan-bahan mencurigakan dalam kasus ini. Oleh karena itu, kata Qarib Abadi, Iran meminta IAEA untuk mengganti pemantau tersebut dengan orang lain.

“Sama seperti anggota laindi IAEA, Iran tidak bisa mengambil risiko terkait ancaman atas fasilitas nuklirnya. Apalagi sebelum ini, sudah ada beberapa upaya perusakan terhadap situs-situs nuklir Iran,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*