London,LiputanIslam.com-Keragu-raguan sejumlah negara Barat terhadap niat Donald Trump membuat serangan militer ke Suriah terus diselimuti kekaburan.

Trump dalam pernyataan sikap terakhirnya menegaskan, serangan ke Suriah belum jelas kapan akan dilakukan. Emmanuel Macron, presiden Prancis, juga berkata bahwa keputusan terkait Suriah akan diambil “di waktu yang tepat.”

Sebelum ini, Trump pada Rabu (11/4) berkoar tentang niatnya untuk segera menyerang Suriah. Namun sehari setelahnya, melalui akun Twitter-nya dia mencuit:”Saya tak pernah menyebut waktu serangan ke Suriah. Mungkin dalam waktu dekat, mungkin juga tidak terlalu cepat.”

Macron juga pernah mengatakan, keputusan untuk menyerang Suriah akan diambil “dalam beberapa hari ke depan.” Namun pada Kamis lalu (12/4) dia mengatakan,”Kami akan memutuskan serangan ke Suriah di saat yang tepat; saat yang kami rasa akan lebih efektif dan berguna.”

Theresa May juga dikabarkan mengadakan pertemuan darurat “untuk mengkaji reaksi terhadap peristiwa-peristiwa di Suriah.” Keragu-raguan soal opsi militer ke Suriah juga masih menyelimuti kabinet pemerintah Inggris.

Kanselir Agung Jerman menegaskan, negaranya tak akan terlibat dalam serangan militer terhadap Bashar Assad. Namun Angela Merkel menyatakan, pihaknya tetap mendukung pembasmian senjata kimia.

Tanpa adanya izin dari parlemen, pemerintah Jerman tidak bisa melakukan intervensi militer; sesuatu yang disadari Merkel dengan baik.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, menyeru semua kekuatan-kekuatan dunia untuk menahan diri agar tidak menciptakan “kondisi yang tak dapat dikendalikan.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL