Teheran,LiputanIslam.com-Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Masirah menanggapi klaim Trump soal Iran.

Donald Trump sebelum ini mengklaim, Iran menjadi lebih lemah sejak ia menjabat sebagai presiden.

Mohammad Ali Jaafari mengatakan, Trump salah besar. Menurutnya, jika sebelum ini kemampuan Iran untuk melindungi (bukan menguasai) Timur Tengah adalah 12 menit, sekarang waktunya kian berkurang.

“Salah satu esensi Revolusi Islam dan Iran adalah, dengan semakin sering terjun di medan perang, ia akan semakin tangguh,”kata Jaafari.

“Jika keamanan Iran terancam oleh bahaya, Iran tak akan segan melenyapkan bahaya itu, walau harus  di luar perbatasannya.”

Terkait dengan Poros Muqawamah (resistansi) di kawasan, Jaafari menegaskan tak ada yang perlu dikhawatirkan soal ini. Front Muqawamah, katanya, semakin menjadi kuat setelah terlibat perang di Suriah dan Irak.

Komandan IRGC juga menganggap sanksi-sanksi AS sebagai hal biasa, sebab Republik Islam Iran sudah terbiasa dengannya.

“Kami meraih soliditas dan swasembada nasional dengan adanya sanksi-sanksi. Kami justru akan lebih tangguh pasca dijatuhi embargo,”tandasnya.

“Kami akan tetap tegak berdiri sampai hancurnya Rezim Zionis, dan kita sudah semakin mendekati saat tersebut,”pungkas Jaafari. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*