Damaskus,LiputanIslam.com—Bank Dunia telah memperkirakan bahwa perang yang sedang melanda Suriah telah menyebabkan kerugian negara senilai 226 milyar dolar.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Hafez Ghanem, mengatakan pada Senin (10/7) bahwa kerugian yang dialami oleh pemerintah Suriah telah mencapai empat kali lipat PDB (Produk Domestik Bruto) Suriah pada tahun 2010. PDB adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu.

Ghanem menyesalkan bahwa perang di Suriah telah banyak merenggut nyawa warga sipil. Ia juga menambahkan bahwa peperangan tersebut sangat merusak sistem sosial dan ekonomi negara itu.

“Tak cukup hanya mengikis habis populasi rakyat Suriah, perang juga turut menghancurkan institusi dan sistem sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat. Memperbaiki segala kerusakan yang ada akan menjadi tantangan yang lebih besar daripada membangun ulang infrastruktur yang ada,” ucap Ghanem sembari menambahkan, “perang di Suriah telah merobek struktur sosial dan ekonomi negara ini.”

Bank Dunia mengatakan bahwa 27 persen saham perumahan di Suriah dan sekitar 50 persen fasilitas medis dan pendidikan telah rusak akibat perang. Ketimpangan sistem kesehatan—yang berdampak langsung pada sektor kesehatan ini—juga berakibat pada kelangsungan hidup umat manusia di Suriah. Dampaknya bisa lebih besar dari pada korban yang meninggal akibat peperangan itu sendiri.

Bank Dunia juga mengatakan jika saja perang berhasil dihentikan pada tahun 2017, maka PDB Suriah yang dapat diselamatkan bisa mencapai 41 persen dari pencapaian sebelum konflik empat tahun lalu. Namun jika perang terus berlanjut, maka dapat dipastikan PDB negara ini akan terus mengalami penurunan.

“Konsekuensi jangka panjang yang akan dihasilkan oleh peperangan ini adalah hilangnya modal orang-orang Suriah secara kolektif dan berdampak pada kurangnya keterampilan warga Suriah,” ucap lembaga keuangan tersebut.

“Perusakan sistem ekonomi dan sosial memiliki dampak ekonomi yang lebih besar dari pada penghancuran infrastruktur fisik,” tambahnya.

Suriah telah dilanda konflik bersenjata sejak Maret 2011. Pemerintah Suriah telah berulang kali menyalahkan negara-negara asing yang turut serta menyebarkan pasukannya untuk menghancurkan negara ini. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL