Sana’a,LiputanIslam.com—Bank darah nasional di Yaman terancam tutup akibat kekurangan dana. Musibah ini datang di saat negara miskin itu sedang menderita akibat agresi militer mematikan yang dilancarkan oleh Arab Saudi.

Direktur Pusat Transfusi Darah Nasional di Yaman, Dr. Adnan al-Hakimi, mengatakan pada Selasa (8/8), bahwa masalah ini muncul karena Badan Amal Internasional tiba-tiba memutuskan bantuannya kepada Yaman yang telah berlangsung selama dua tahun.

“Kami kesulitan karena minimnya persediaan seperti kantong-kantong darah, dan berbagai kebutuhan medis lainnya,” ucap Hakimi. Ia menambahkan, “ Kami mengajak semua lapisan masyarakat, para pengusaha, atau siapa pun yang ingin berbagi kebaikan untuk membantu menyelamatkan nyawa warga Yaman.”

Badan Amal Internasional (MSF) sebelumnya telah berkontribusi besar dalam pengembangan rumah sakit, obat-obatan, dan berbagai fasilitas lainnya. Bahkan, dalam sebuah laporan pada Januari lalu, MSF telah menyediakan alat tes darah reguler ke bank darah di Yaman sejak September 2015.

Munir al-Zubaidi, juru bicara bank darah di Yaman, mengatakan bahwa para pasien sedang terjangkit berbagai macam penyakit, seperti: Talasemia, Kanker, dan gagal ginjal. Jika bank darah ini ditutup, para pasien tentu akan sangat menderita. “Jika pusat pengobatan ini terhenti, maka penyakit akan menghancurkan seluruh Yaman.”

Di saat yang sama, WHO telah mencoba mengirimkan bantuan kesehatan ke pusat bank darah tersebut.

Tarik Jasarevic, juru bicara WHO, menegaskan bahwa bank darah tersebut memang terancam tutup.

“WHO sedang berusaha mencari cara untuk mengirimkan bantuan kepada Pusat Transfusi Darah Nasional tersebut,” ucap juru bicara organisasi kesehatan PBB tersebut. Ia menambahkan, “ Bantuan pengobatan telah dikirim, tapi hingga kini belum sampai ke Yaman.

Malapetaka yang melanda Yaman, semakin diperburuk oleh agresi militer Arab Saudi yang turut menghancurkan berbagai infrasktur di negara itu, termasuk fasilitas kesehatan.

Hingga kini, 27 juta orang di Yaman tengah berjuang melawan kolera. Penyakit tersebut telah menjangkiti 600.000 orang dan menewaskan 2.000 orang. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL