bendera suriah di utara aleppoDamaskus, LiputanIslam.com — Suriah dan Rusia telah menandantangani perjanjian senilai $ 1 miliar untuk membangun kembali Suriah yang telah hancur. Menurut Perdana Menteri Suriah Wael Al Halqi, kedua negara berniat untuk mengembangkan kerjasama energi, perdagangan, keuangan dan sektor ekonomi lainnya. “Rusia telah menanggapi gagasan untuk memulihkan infrastruktur Suriah. Ada banyak perjanjian yang ditandantangani,” jelas Wael.

Menurut Wael, lebih dari 60 persen dari pembangkit listrik di Suriah telah ditutup dan membutuhkan bahan bakar untuk memulai kembali. “Dengan semua kekacauan yang terjadi di Suriah, kami berhasil memperbaiki kembali beberapa infrastruktur. Namun untuk listrik, membutuhkan banyak bahan bakar dan kilang minyak Suriah banyak yang dijarah oleh teroris,” tambah dia, seperti dilansir RT (26/4/2016).

Suriah menawarkan kepada Rusia untuk berpartisipasi dalam mengeksplorasi dan mengembangkan minyak, gas, baik di darat maupun di lepas pantai. Secara khusus, Rusia diundang untuk meng-upgrade kilang minyak Baniyas dan membangun kilang minyak dengan Iran dan Venezuela.

Suriah juga siap untuk membahas pembayaran dalam mata uang nasional dengan Rusia, dan saat ini sedang melakukan negosiasi zona perdagangan bebas dengan Rusia, Belarus dan Kazakhstan. Jika perjanjian ditandatangani dan perdagangan mencapai tingkat tertentu, Damaskus bisa membayar dalam mata uang lokal. Wael menambahkan Suriah dan Rusia berniat untuk membuka bank, yang memfasilitasi transfer antara negara-negara.

Sedangkan di bidang perdagangan, Suriah tertarik untuk mempromosikan produk-produk Rusia. Mengingat lokasi yang strategis, Suriah bisa menjadi pusat untuk penjualan produk Rusia di Timur Tengah. Selama kuartal tahun 2016, Suriah ekspor produk Rusia ke Suriah lebih banyak dibandingkan sepanjang tahun 2015. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL