Dhaka,LiputanIslam.com-Dilansir dari Reuters, deputi menteri luar negeri Bangladesh menyatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa negaranya tak lagi punya kapasitas untuk menampung pengungi Rohingya lebih banyak lagi.

Shahidul Haque menuding pemerintah Myanmar memberikan “janji-janji kosong” saat negosiasi tentang pemulangan para pengungsi Rohingya.

“Lantaran tidak tersedianya kondisi yang memenuhi syarat, tak satu pun muslim Rohingya yang bersedia kembali ke Myanmar,”kata Haque.

Kebanyakan warga Myanmar menganggap etnis Rohingya sebagai imigran ilegal. Sebab itu, etnis ini menderita atas diskriminasi yang dilakukan terhadap mereka. Pemerintah Myanmar memperlakukan etnis Rohingya seperti orang-orang yang tak punya kebangsaaan dan tidak memberikan status warga negara kepada mereka.

Etnis Rohingya juga menerima pembatasan-pembatasan berat, termasuk pembatasan untuk berpindah tempat, akses ke fasilitas kesehatan dan kedokteran.

Menurut para pejabat Bangladesh, sejak Agustus 2017 hampir 700 ribu warga Rohingya memasuki Bangladesh, padahal sebelum itu, sudah ada sekitar 400 ribu orang dari etnis itu yang menetap di berbagai penjuru Bangladesh.

Saat ini, lebih dari 900 ribu pengungsi Rohingya berada di kamp imigran di kawasan Cox’s Bazar, Bangladesh. Hampir 688 ribu dari mereka datang ke Bangladesh usai munculnya gelombang kekerasan baru di Myanmar pada akhir Agustus 2018. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*