Najran,LiputanIslam.com-Badan Penerbangan Saudi pada hari Kamis (22/11) menyatakan, isu soal dibukanya bandara Najran tidak benar dan bandara itu masih belum aktif hingga sekarang.

“Badan ini masih belum mengeluarkan instruksi perihal pembukaan kembali bandara Najran,”kata Abdullah al-Kharif, jubir Badan Penerbangan Sipil Saudi kepada harian Okaz.

Dalam beberapa hari terakhir, tersebar rumor di media-media Saudi soal dimulainya aktivitas bandara Najran. Bandara ini ditutup pada 2015 lalu, menyusul agresi Saudi ke Yaman dan serangan balasan rudal Yaman.

Al-Kharif mengabarkan, pemerintah tengah membangun sebuah bandara sementara di utara Najran.

Badan Penerbangan Sipil Saudi pada 31 Oktober lalu mengumumkan, pembuatan bandara sementara itu akan berlangsung hingga 4 bulan. Menurut al-Kharif, salah satu perusahaan dalam negeri Saudi bertugas untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Para netizen Saudi meyakini, ditutupnya bandara Najran telah menimpakan kerugian besar ekonomi terhadap pemerintah Saudi.

Penutupan bandara Najran diumumkan pada April 2015 (kurang lebih setahun setelah agresi Saudi ke Yaman) oleh Ahmad Asiri, jubir koalisi Saudi. Saat ini, Asiri telah dipecat dari posisi wakil kepala biro intelijen Saudi karena keterlibatan dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Saat itu, Asiri menyatakan bahwa instruksi penutupan bandara Najran berasal dari menteri pertahanan (Muhammad bin Salman). Bandara ditutup karena terjadi konflik senjata di sekitar kawasan tersebut.

Menanggapi agresi kaolisi Saudi, pejuang Yaman sukses menguasai sejumlah bagian di kawasan Najran, Jazan, dan Asir di barat daya Saudi. Mereka telah menghancurkan puluhan pangkalan dan markas militer milik tentara dan penjaga perbatasan Saudi di daerah-daerah tersebut. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*