TelAviv,LiputanIslam.com-Dilansir oleh situs Arutz Sheva, seorang pejabat senior Rezim Zionis mengklaim, ia tak peduli AS keluar dari Suriah. Menurutnya, sanksi atas Iran jauh lebih penting dibandingkan keberadaan pasukan AS di Suriah.

“Bukan keputusan yang bagus, tapi juga bukan sebuah bencana,”ucap Naftali Bennett (menteri pendidikan Israel)menanggapi keputusan Donald Trump saat diwawancarai Radio Tentara, Minggu (23/12).

“Bagi kami, pemberlakuan sanksi-sanksi atas Iran lebih penting daripada kehadiran militer AS di Suriah,”lanjutnya.

Padahal menurut para pejabat dekat Benyamin Netanyahu, perdana menteri Israel ini sangat kecewa terhadap keputusan presiden AS yang menarik pasukannya dari Suriah. Namun Netanyahu berusaha untuk tidak menunjukkan kekecewaannya tersebut.

Pemerintah AS pada Rabu (19/12) secara mengejutkan mengumumkan akan menarik semua tentaranya dari Suriah. Menurut Washington, hal ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu 2-3 bulan ke depan. Gedung Putih juga mengaku akan menghentikan serangan udara di Suriah.

Menteri Hukum Israel, Ayelet Shaked, dalam wawancara dengan Radio Tentara menyebut Trump sebagai “sahabat baik Israel.” Namun dia menyebut keputusan Trump tidak akan membantu Israel.

Dia mengklaim, keluarnya AS dari Suriah akan membuat Iran lebih leluasa mendistribusikan senjata kepada Hizbullah Lebanon.

“Kami akan melakukan segala tindakan untuk mencegah menguatnya eksistensi Iran di Suriah,”ucapnya. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*