London,LiputanIslam.com-Tersebarnya sebuah foto di salah satu media Amerika memicu amarah para pejabat Inggris, termasuk Theresa May, perdana menteri negara monarki ini. Foto tersebut adalah bagian dari arsip rahasia polisi Inggris terkait aksi teror di Manchester Arena.

Menurut BBC, rencananya May akan menyampaikan protesnya kepada Donald Trump dalam pertemuan NATO di Brussels, Kamis (25/5).

Foto yang menunjukkan sisa-sisa ledakan di Manchester Arena ini dipublikasikan oleh harian New York Times.

Aksi bom bunuh diri ini terjadi Senin malam (22/5). Pelakunya bernama Salman Abedi, warga Inggris keturunan Libya. Aksi teror ini menelan 22 korban jiwa dan 59 korban luka.

Warga Inggris berpendapat, pelaku pembocoran foto TKP tersebut adalah pihak ekskutif Amerika, bukan Gedung Putih.

Saat ini, polisi Inggris sedang menyelidiki situs yang diduga berhubungan dengan pelaku teror tersebut.

Sampai sekarang aparat keamanan Inggris telah menahan sejumlah orang terkait serangan ini, termasuk kakak Abedi.

New York Times termasuk media yang mengkritik pemerintahan Trump. Publikasi foto ini bisa jadi memberi alasan kepada Trump untuk kembali mempertanyakan kinerja media-media pengkritiknya.

Sejak diangkat menjadi presiden, Trump dikenal sebagai presiden Amerika yang paling memusuhi media. (af/mehrnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL