Puluhan orang penduduk Marawi akhirnya kembali ke rumah mereka, meski suara ledakan masih tetap terdengar.

Marawi,LiputanIslam.com—Setelah Pemerintah Filipina mendeklarasikan kemenangan atas ISIS, para penduduk Marawi yang sebelumnya dievakuasi akhirnya diperbolehkan untuk kembali ke rumah mereka pada Selasa (24/10). Meski begitu, suara letupan senjata api masih tetap terdengar. Sebab, militer Filipina masih memburu beberapa orang pejuang ISIS di kota itu.

Sekretaris Pertahanan, Delfin Lorenzana, mengumumkan pada Senin (23/10) bahwa pertempuran tersebut telah merenggut lebih dari 1.100 nyawa dan menghancurkan wilayah timur Marawi.

“Setelah melewati 154 hari di Marawi melawan kelompok ISIS yang terinspirasi oleh Maute, akhirnya komandan pasukan pun mengumumkan bebasnya Kota Marawi. Saat ini kami mengumumkan akhir operasi militer di Kota Marawi,” ucap Lorenzana kepada para reporter.

Para anggota Maute telah menduduki Marawi sejak 23 Maret. Presiden Duterte dan para petugas keamanan berpendapat bahwa mereka akan membangung pangkalan ISIS se-Asia Tenggara di kota ini.

Kampanye militer untuk mengusir ISIS berubah menjadi pertempuran terpanjang di negara itu. Akhirnya, sekitar 400.000 penduduk pun mengosongkan rumah mereka. Sebab, kelompok militan melancarkan bom melalui tempat persembunyian mereka di ruang bawah tanah, terowongan, atau pun masjid.

“Kami merasa ketakutan, meski kami ingin memeriksa kondisi rumah,” ucap Jamaliah Lomonton (40), salah seorang penduduk kepada France-Presse pada Selasa kemarin. Ia bersama beberapa orang kerabatnya berjalan menyusuri tempat tinggal yang berada di dekat area pertempuran utama terjadi.

Lomontong mengatakan bahwa rumahnya masih utuh tetapi harta bendanya telah dijarah habis oleh kelompok militan. “Semua barang yang mudah dibawa, seperti TV dan laptop, telah ludes,” ucapnya.

Pada Selasa pagi, hanya puluhan warga yang terlihat di beberapa wilayah terpencil sebelah timur Marawi itu. Sebagian besar wilayah ini telah hancur dan suara ledakan sesekali masih terdengar.

Staf Komandan pasukan Marawi, Kolonel Romeo Brawner, mengatakan bahwa suara ledakan tersebut bukan berarti pertempuran antara militer dan ISIS masih berlanjut. Tetapi beberapa pasukan masih mencari sisa-sia pejuang Maute yang mungkin masih bersembunyi dan para pasukan tersebut terkadang menonaktifkan bom-bom yang sebelumnya telah ditanam oleh kelompok militan.

“Kemungkinan adanya beberapa orang militan yang bersembunyi itu masih ada. Inilah SOP yang berlaku dalam setiap peperangan,” ucap Brawner.

“Jadi, penembakan tersebut merupakan bagian dari operasi pembersihan. Sebab, jika pasukan menemukan lubang atau terowongan, maka mereka akan mengeluarkan tembakan terlebih dahulu, setelah itu baru memeriksanya dengan senter,” tambahnya.

Kehidupan yang Baru Dimulai

Ratusan warga yang sebelumnya mengungsi akibat pertempuran, akhirnya kembali ke rumah mereka. “Saya merasa bahagia sekaligus sedih,” ucap seorang pengusaha, Gonaranko Mapandi (46). “Saya bahagia karena kita dapat kembali pulang, dan sedih menyaksikan apa yang terjadi di kota saya.”

Beberapa toko yang menjual kebutuhan sehari-hari pun akhirnya kembali dibuka.

Walaupun beberapa orang warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, otoritas setempat mengatakan bahwa pihak militer masih belum memperbolehkan semua penduduk marawi kembali ke rumah mereka, karena alasan keselamatan. (fd/PCI)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL