Naypyidaw,LiputanIslam.com-Aung San Suu Kyi, pemimpin partai penguasa Myanmar, pada hari Selasa (21/8) menyebut Muslimin yang bermukim di Rakhine sebagai ancaman teroris.

Menurut laporan kantor berita Reuters, Suu Kyi di Singapura mengatakan,”Bahaya aktivitas teroris di Rakhine…adalah nyata dan benar-benar ada… Ini adalah ancaman yang bisa memiliki konsekuensi berat, bukan hanya untuk Myanmar, tapi juga untuk negara-negara kawasan, bahkan lebih luas lagi.”

Minoritas etnis Rohingya, yang tinggal di provinsi Rakhine, selama bertahun-tahun menjadi korban diskriminasi dan kekerasan pemerintah serta militer Myanmar. Pada tahun lalu, setelah militer Myanmar melakukan serangan brutal dan membakar rumah-rumah etnis beragama Islam ini, mereka segera menyelamatkan diri ke Bangladesh dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu.

Pemerintahan Suu Kui dituduh telah melakukan kekerasan dan perilaku tidak manusiawi terhadap Muslimin Rohingya. Lembaga-lembaga internasional menuntut kerjasama Suu Kyi untuk memulangkan para pengungsi dan memberikan hak-hak warga negara kepada mereka.

Suu Kyi mengaku, sudah ada pemetaan untuk menempatkan para pengungsi tersebut. Namun waktu kepulangan mereka belum bisa ditentukan. Menurutnya, Myanmar dan Bangladesh harus bekerjasama dan berunding terkait proses pemulangan para pengungsi.

Suu Kyi berkata, Bangladesh harus memulangkan para pengungsi. Namun Myanmar hanya bisa menyambut mereka di perbatasan saja. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*