Kairo,LiputanIslam.com-Jurnalis senior dan redaktur Rai al-Youm mengecam keras koalisi Saudi dan pembantaian anak-anak Yaman di provinsi Saada. Abdel Bari Atwan menyatakan, perang di Yaman hanya menguntungkan AS, Prancis, Inggris, dan beberapa negara lain.

Ditujukan kepada koalisi Saudi, Atwan mengatakan,”Perang ini telah berlangsung empat tahun. Namun sekalipun berlanjut sampai 40 tahun, kalian tak akan menang.”

Dalam narasi mingguannya di situs Rai al-Youm, Atwan meminta maaf karena telah “mengganggu” liburan pemirsa.

“Saya tahu Anda tengah menjalani liburan musim panas, dan tak ingin mendengarkan berita-berita menyedihkan. Saya tahu, Anda tak ingin mendengar kabar pembantaian massal di Palestina dan Yaman, yang akan membuat liburan Anda terasa pahit. Namun apa daya? Kawasan kita adalah kawasan kesengsaraan. Sudah nasib kita untuk beralih dari satu pembantaian ke pembantaian lain, yang selalu merenggut warga sipil dan anak-anak sebagai korbannya. Pembantaian yang terjadi di Gaza dan kota Deir Balah adalah sebuah bencana.”

“Kolonel al-Maliki (jubir koalisi Saudi), izinkan saya mengatakan, apakah masuk akal bahwa seorang anak usia 14 tahun merancang serangan rudal balistik ke Jizan? Apakah bus kuno yang mengangkut anak-anak adalah situs peluncur rudal balistik ke Jizan? Pernyataan Anda sungguh menggelikan. Apakah masuk akal mereka (anak-anak) menyerang warga sipil di Jizan?”

“Al-Maliki malah mengatakan hal yang lebih parah dan mengaku bahwa ‘kami bertindak sesuai hukum internasional.’ Hukum internasional mana yang mengizinkan Anda membunuh anak-anak? Saya telah menelaah hukum internasional dan tak satu pun teks yang mengizinkan pembunuhan dan pengeboman anak-anak.”

“Anda mengaku telah membebaskan 80 persen kawasan Yaman dan sekarang mereka berada di bawah pemerintahan. Lalu kenapa Anda tidak membayar gaji mereka? Kenapa Anda tidak membangun rumah sakit, sekolah, dan jalan-jalan? Apakah derita kelaparan bagi bangsa ini (Yaman) masih belum cukup, sehingga harus ditambah dengan serangan udara? Perang ini akan berdampak negatif bagi Anda. Bukan bangsa Saudi, UEA, dan Sudan yang mengambil keuntungan dari perang ini. Hanya AS, Prancis, dan Inggris yang akan mendapat laba dari penjualan senjata mereka. Mereka menangguk milyaran uang. Untuk apa Anda memberikan uang-uang itu kepada mereka? Kenapa tidak Anda berikan saja kepada rakyat Yaman, Saudi, dan UEA? Uang-uang itu adalah milik kita dan bangsa-bangsa Muslim,”pungkas Atwan. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*