London,LiputanIslam.com-Abdel Bari Atwan, analis Arab dan redaktur Rai al-Youm, mengemukakan analisisnya ihwal embargo yang dijatuhkan AS terhadap Hizbullah. Dia menulis,”Jelas bahwa AS akan mengawasi Hizbullah, terutama menyusul kemenangan kelompok ini dalam pemilu Lebanon, dan di lain pihak, kekalahan fraksi Saad al-Hariri yang kehilangan sepertiga kursinya di parlemen.”

Menurut Atwan, ini adalah kali ketiga AS menjatuhkan embargo atas Sayyid Hasan Nasrullah. Namun kali ini, deputinya, yaitu Syekh Naim Qassim, juga turut dicantumkan dalam daftar embargo.

“Namun, apa sebenarnya arti embargo atas Hizbullah? Apakah Sayyid Hasan Nasrullah memiliki rekening milyaran dolar di bank-bank Eropa dan AS? Apakah Syekh Naim Qassim juga mempunyai rekening-rekening serupa?”

“Embargo ini adalah aib. Namun aib yang lebih besar adalah saat enam negara Arab langsung mendukung embargo ini dan melaksanakannya. Saya mengkhawatirkan warga Lebanon yang tinggal di negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Bisa jadi embargo ini disalahgunakan di negara-negara Saudi, Qatar, UEA, Kuwait, dan lainnya untuk mendeportasi warga Lebanon dengan beragam dalih. Kita pernah melihat sejumlah kasus ketika warga Lebanon diusir dari negara Arab hanya karena dalih pelanggaran lalu lintas,”lanjut Atwan.

Atwan lalu menegaskan, kami  selalu bersama Poros Muqawamah dan menentang embargo terhadap Hizbullah atau kelompok muqawamah selainnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*