Damaskus,LiputanIslam.com-Abdel Bari Atwan, redaktur Rai al-Youm, dalam kolomnya menulis, keputusan Donald Trump yang mengakui Golan sebagai bagian dari Israel bukanlah hal yang mengejutkan. Atwan berpendapat, kelalaian negara-negara Arab dan Muslim menjadi pangkal keputusan ini.

“Setelah tak ada reaksi serius atau tindakan preventif saat al-Quds diumumkan sebagai ibukota Israel, Trump melihat tak ada lagi penghalang di hadapannya. Mungkin saja dalam waktu dekat dia, dengan cara serupa, akan menyatakan Tepi Barat sebagai bagian dari Israel,”tulisnya.

Meski demikian, Atwan memandang ada sejumlah ‘sisi positif’ dari keputusan Trump. Yang paling utama adalah bahwa dia telah menutup jalan dialog untuk pengembalian Golan. Dengan demikian, tak ada cara lain kecuali perlawanan bersenjata dengan berbagai bentuknya.

“Tanpa menyadarinya, Trump dengan keputusan ini telah memberi legalitas terhadap tujuan dan program Poros Resistansi untuk mengembalikan Golan. Reaksi dunia yang menentang keputusan Trump ini juga mendukung legalitas program Poros Resistansi pada saat ini dan mendatang,”lanjut Atwan.

Atwan yakin, tentara Suriah akan sanggup merebut kembali Golan, sebagaimana mereka mampu membebaskan kota-kota Suriah dari ISIS.

“Tentara Suriah telah menimba banyak pengalaman dalam pertempuran. Dan ini bukan hanya dinyatakan oleh kita saja, namun juga diakui oleh para pakar militer Rezim Zionis,”tandasnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*