London,LiputanIslam.com-Redaktur harian Rai al-Youm dalam tulisannya, Rabu (15/5) menyoroti serangan nirawak pejuang Yaman ke fasilitas minyak Saudi.

“Kejadian ini bisa jadi merupakan awal dari sebuah perang besar, yang kemungkinannya terus membesar dari hari ke hari,”tulis Abdel Bari Atwan.

Atwan menilai, serangan nirawak Ansharullah ke fasilitas minyak Saudi, ledakan kapal-kapal tanker di Laut Oman, dan meningkatnya ketegangan Iran-AS tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

“Sangat mungkin serangan nirawak Ansharullah adalah permulaan dari munculnya senjata-senjata dan perangkat lain, jika memang terjadi perang besar. Iran memiliki tangan-tangan kuat yang tersebar dari Selat Hormuz hingga selatan Beirut, al-Hashd al-Shaabi di Irak, dan kelompok perlawanan di Gaza,”tulisnya.

Menurut Atwan, dalam perang tanker yang terjadi pada perang Iran-Irak pada 1984 lalu, lebih dari 500 kapal dan tanker dihancurkan. Padahal, tulis Atwan, saat itu Iran tidak bisa disebut unggul dalam hal peralatan militer.

“Andai perang tanker meletus lagi, dengan kekuatan rudal darat, laut, dan udara modern yang dimiliki Iran saat ini, kira-kira apa yang akan terjadi?”

“Serangan apa pun yang ditujukan kepada Iran, baik terbatas atau besar, akan membuka gerbang neraka bagi AS dan para sekutunya di kawasan,”pungkas Atwan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*