Damaskus,LiputanIslam.com-Bashar Assad bereaksi keras terhadap pernyataan bernada ancaman Emmanuel Macron kepadanya. Sebelum ini, Macron dalam wawancara dengan televisi pemerintah Prancis mengatakan,”Kita harus berunding dengan Assad untuk perdamaian Suriah. Setelah itu, kita bisa mengadilinya atas kejahatan perang yang dia lakukan.”

“Semenjak awal perang di Suriah, Prancis telah membantu para teroris. Tangan pemerintah negara ini berlumuran darah rakyat Suriah. Mereka yang mendukung terorisme tidak berhak berpendapat tentang perdamaian Suriah. Bagi kami, statemen mereka tidak memiliki nilai,”kata Assad, seperti dilansir Euro News.

Para petinggi Prancis selalu bersikap memusuhi Assad sejak awal krisis Suriah. Francois Hollande dan Nicolas Sarkozy, dua mantan presiden Prancis, menyebut Assad sebagai dalang utama krisis Suriah. Mereka berpendapat, perundingan dengan pemerintah Suriah adalah sebuah kesalahan besar.

Namun, pernyataan Macron tentang Assad sedikit berbeda dengan para pendahulunya. Para presiden Prancis sebelum ini selalu menentang presiden Suriah. Tapi Macron dalam pernyataan-pernyataannya memilih untuk menginjakkan masing-masing kakinya di tiap sisi berbeda.

Atas dasar ini, Assad menyebut bahwa sikap Macron tidak bisa dinilai sebagai perubahan mendasar sikap pemerintah Prancis terkait Suriah. “Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa Prancis tidak perlu diundang dalam konferensi perdamaian Suriah,”tegas Assad.

Dia menambahkan, terorisme tidak hanya terbatas pada ISIS. Mereka hanyalah bagian dari terorisme. “Selain ISIS, masih ada (Jabhat) al-Nusra dan sejumlah organisasi dengan nama-nama berbeda. Artinya, kita masih dalam perang (melawan terorisme),”katanya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*