Damaskus,LiputanIslam.com-Bashar Assad usai bertemu dengan staf khusus menlu Iran menyatakan, koalisi ‘anti-ISIS’ pimpinan AS praktis telah berperan sebagai angkatan udara untuk kelompok teroris tersebut

Dia juga mengatakan, Suriah menjadi sasaran serangan media dan politik dengan mengatasnamakan kemanusiaan. Padahal, tujuan utama mereka adalah melindungi teroris setelah mereka digempur oleh pasukan Suriah.

“Mayoritas warga Ghouta Timur ingin terbebas dari kepungan teroris dan kembali ke pangkuan pemerintah. Sebab itu, operasi antiteroris tetap berlanjut seiring dengan pembuatan jalur perlintasan aman menuju daerah yang dikuasai pemerintah,”tuturnya.

Menurut Assad, tidak ada kontradiksi antara gencatan senjata dan operasi militer antiteroris. “Operasi di Ghouta Timur adalah kelanjutan perang melawan terorisme,”tegasnya.

Ia menambahkan, topik serangan kimia telah menjadi bagian dari kamus dusta Barat. Itu adalah satu-satunya alat Barat guna menjustifikasi invasi mereka ke Suriah.

“Koalisi Barat adalah angkatan udara ISIS, sebab mereka selalu mendukung Jabhat al-Nusra dan ISIS tanpa merasa malu.”

“Masuknya pasukan rakyat ke Afrin merupakan hal wajar di saat tentara Suriah sedang sibuk memerangi terorisme di kawasan-kawasan lain,”tambahnya.

Assad menegaskan, rakyat Suriah adalah pengambil keputusan final terkait solusi politik masa depan negara mereka.

“Operasi militer Turki di Afrin saat ini adalah bukti permusuhan mereka terhadap Suriah,”pungkasnya. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*