maoist-rebels indiaBastar, LiputanIslam.com – Sedikitnya 14 orang tewas akibat ledakan ranjau yang dipasang oleh militan Partai Komunis India (Maois) di Bastar, wilayah timur negara bagian Chhattisgarh, India, Sabtu (12/4/2014).

Hindustan Times menyebutkan bahwa tujuh di antara belasan korban itu adalah petugas pemungutan suara dan lima lainnya  anggota polisi pusat India (CRPF).
Ledakan bom terjadi dua kali dalam selang waktu kurang dari satu jam, dan insiden ini terjadi dua hari setelah pemilihan parlemen berlangsung damai di wilayah setempat.

Dalam insiden itu kawanan pemberontak bersenjata yang berjumlah sekitar 100 orang meledakkan ranjau darat yang ditujukan terhadap sebuah bus penumpang di distrik Bijapur, setelah itu mereka memberondong bus nahas itu dengan peluru. Akibatnya, tujuh petugas pemungutan suara tewas dan lima orang lainnya cidera.

Kurang dari satu jam kemudian, satu lagi ranjau darat meledak dan menerjang mobil ambulan yang membawa sejumlah anggota polisi distrik Jaqdal, 350 km selatan Raipur. Ledakan ini mengakibatkan lima personil CRPF tewas dan lima lainnya cidera. Selain mereka, sopir dan tenaga medis ambulan itu juga tewas.

Tujuh April lalu tiga anggota CRPF tewas dan tujuh lainnya cidera ketika mereka berusaha menjinakkan ranjau darat yang dipasang oleh pemberontak Maois di Distrik  Aurangabad, Bihar.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri India mengatakan, “Para Maois telah membunuh para guru miskin dan beberapa warga sipil lainnya yang merupakan bagian dari dari proses demokrasi. Ini menunjukkan bahwa mereka tak lain adalah teroris.”

Secara terpisah, Dirjen Polisi Operasi Anti-Maois RK Vij menyebut serangan itu menunjukkan rasa frustasi para pemberontak saat menyaksikan terselenggaranya pemungutan suara di Bastar, di mana sebanyak 52% warga berhak pilih telah memberikan suaranya meskipun ada seruan boikot pemilu dari Maois. (mm/hindustantimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*