Stolen school girls sold for mass marriages in NigeriaChibok, LiputanIslam.com – Ratusan korban penculikan siswa sekolah menengah kota Chibok, Nigeria, dilaporkan telah diperjual belikan untuk dinikah secara massal. Samson Dawah, pensiunan guru yang kemenakannya, Seratu, diduga telah menjadi satu di antara 234 siswi korban penculikan mengaku telah mendapat informasi bahwa para korban telah dibagi-bagikan di antara para militan untuk dinikah secara paksa.

“Kami mendengar dari anggota komunitas hutan di mana gadis itu dibawa militan. Mereka mengatakan di sana telah terjadi perkawinan massal, dan anak-anak gadis itu telah dibagi-bagikan sebagai isteri para militan Boko Haram.” ujar Dawah kepada keluarga korban, sebagaimana dikutip The Guardian 29 April lalu. Mendengar keterangan itu ayah Seratu pingsan dan sejak itu dirawat di rumah sakit.

Namun, berita lain justru menyebutkan keadaan yang lebih buruk. Pogo Bitrus, seorang sesepuh desa setempat, mengatakan kepada AFP bahwa penduduk setempat sempat berkomunikasi dengan “berbagai sumber” di kawasan hutan lindung timur laut.

“Dari informasi yang kami terima kemarin dari kota-kota perbatasan Kamerun, anak-anak gadis kita yang diculik telah dibawa ke Chad dan Kamerun,” ujar Bitros sambil menambahkan bahwa setiap gadis telah dijual sebagai pengantin kepada militan seharga 2,000 naira ($12).

Kementerian Pertahanan Nigeria enggan berkomentar soal ini saat dimintai keterangan Rabu lalu. Yang jelas, jika berita itu benar maka tak pelak menambah ironi di tengah berbagai spekulasi buruk yang berkembang selama ini di tengah publik Nigeria . Hal ini praktis juga menuntut kepedulian para pemimpin negara-negara lain karena perkembangan yang telah membuktikan ketidak berdayaan pemerintahan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan dalam menghadapi radikalisme, terorisme dan kekejamaan kelompok “jihadis” Boko Haram.

Menurut perkiraan pers dan laporan Amnesti Internaisonal, Boko Haram telah membunuh sedikitnya 2,300 orang sejak 2010.
Namun, kasus penculikan siswi sekolah yang terjadi 14 April lalu tergolong aksi paling meresahkan. Kejadian itu berawal dari serbuan militan ke sebuah asrama sekolah di Chibok, negara bagian Borno, pada malam hari. Mereka mengangkut ratusan siswi dengan beberapa truk kemudian menghilang di tengah kegelapan malam.

Semula pihak militer Nigeria melaporkan bahwa siswi yang diculik berjumlah 129 orang. Selanjutnya terbetik kabar bahwa semua korban telah dibebaskan, kecuali delapan orang. Tapi kabar ini kemudian terbukti bohong belaka. Parahnya, para orang tua siswa menyebutkan jumlah yang lebih besar. Mereka mengatakan masih ada sekitar 100 siswi lagi yang diculik sehingga jumlah keseluruhan menjadi 234 orang.
Para orang tua siswa kini semakin terlihat frustasi menyaksikan lemahnya respon pemerintah. Sebagian keluarga korban bahkan terpaksa berusaha mencari sendiri dengan menggunakan motor dan menyusuri kedalaman hutan. (mm/alalam/theguardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL