Khartoum, LiputanIslam.com –   15 orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka ketika pasukan junta militer transisi di Sudan menyerbu tempat konsentrasi para pengunjuk rasa di depan Markas Komando Umum Angkatan Bersenjata di pusat Khartoum, ibu kota negara ini, dan menembaki massa dengan menggunakan peluru tajam serta mengerahkan pasukan secara besar-besaran.

Para saksi dan stasiun televisi mengatakan bahwa pasukan keamanan Sudan menyerbu tempat konsentrasi massa pada dini hari diiring tembakan-tembakan untuk membubarkan konsentarasi massa yang mengadakan aksi duduk di luar Kementerian Pertahanan.

Koresponden al-Alam dari Khartoum melaporkan bahwa sebanyak 15 orang tewas dan lebih dari 60 lainnya cedera dalam upaya pasukan untuk membuyarkan aksi duduk.

Sumber-sumber oposisi menyebutkan bahwa korban tewas berjumlah 14 orang, sedangkan sumber-sumber rumah sakit menyebutkan jumlah sembilan orang.

Kelompok Kebebasan dan Perubahan dalam sebuah statemennya menyerukan kepada warga di seluruh kawasan Khartoum dan daerah sekitarnya agar turun ke jalanan, menggelar pawai, dan bergerak ke lokasi aksi duduk demi membela para pengunjuk rasa dan menjaga apa yang telah dicapai dalam revolusi.

Statamen itu menegaskan bahwa junta militer bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan para pengunjuk rasa.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Asosiasi Profesional Sudan sembari menyerukan kepada “para revolusioner agar tetap konsisten pada aksi damai yang telah menumbangkan thaghut paling berdarah dalam sejarah kita sehingga pasti juga sanggup menumbangkan para ekornya.”  (mm/alalam)

Baca: Al-Bashir Digulingkan Militer, Massa Di Sudan Lanjutkan Unjuk Rasa

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*