Central African RepublicBangui, LiputanIslam.com – Sedikitnya sembilan orang tewas akibat konfrontasi terbaru antara militan bersenjata dan pasukan penjaga perdamaian internasional di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah. “Kemarin kami telah mengumpulkan enam mayat, sedangkan hari ini kami mencatat tiga orang terbunuh, dan kekerasan masih berlanjut,” ujar Ketua Palang Merah Internasional setempat, Pastor Antoine Mbao Bogo, Senin (24/03). Menurut Bogo, pihaknya telah mencatat 28 orang tewas dan 27 lainnya menderita luka-luka akibat konflik yang terjadi selama satu pekan lalu.

Pejabat militer  Uni Afrika (MISCA) mengatakan bahwa kekerasan di Bangui yang terjadi di Distrik PK-5 yang sebagian besar penduduknya Muslim Sabtu lalu menjatuhkan lima korban tewas dan sejumlah korban cidera.

Konflik di Republik Afrika Tengah meletus setelah milisi Kristen melancarkan serangan secara sistematis terhadap kelompok Muslim Saleka yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Presiden Francois Bozize pada Maret 2013.

Pasukan penjaga perdamaian dari Perancis dan Afrika turun tangan. Perancis mengerahkan tentaranya sebanyak sekitar 2000 personil, sedangkan Uni Afrika mengerahkan pasukannya sebanyak tiga kali lipat jumlah tersebut.  Namun demikian, mereka belum dapat meredakan gejolak kekerasan, dan dalam beberapa kasus malah terlibat aksi pembunuhan warga Muslim.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kekerasan di Republik Afrika Tengah telah menyebabkan lebih dari 950,000 penduduk terpaksa mengungsi dan ratusan lainnya terbunuh. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL