master_malaysia_airlines11Teheran, LiputanIslam.com — Teka-teki menegangkan mengenai hilangnya Malaysia Airlines MH370 masih menghinggapi khalayak dunia. Berbagai  teori dan spekulasipun bermunculan bak jamur di musim hujan, apalagi setelah diketahui pesawat nahas itu beralih rute ke Samudera Hindia dan wilayah lepas pantai Australia, salah satu kawasan yang paling terpencil dan sulit dijangkau manusia di muka bumi.

Misteri yang mencuat ialah mengapa pesawat nahas itu dilarikan ke sana? Publik juga layak bertanya-tanya mengapa di tengah gempita arogansi sains dan teknologi Barat yang bahkan sering berbicara tentang seluk beluk jagad raya para penguasa teknologi ternyata bungkam dan atau bahkan berlagak bingung sekian lama tentang peristiwa yang terjadi di depan pekarangan rumah sendiri? What’s going on?

Di tengah bursa teori yang ada, muncul satu teori konspirasi yang diangkat oleh media online Jahannews Minggu (30/03). Media yang berbasis di Iran ini menyebut teori itu layak dicamkan.

Teori itu mengawali narasinya dengan menyorot peristiwa jatuhnya beberapa perangkat supercanggih milik tentara Amerika Serikat (AS) ke tangan milisi di Afghanistan. Singkat cerita, perangkat itu ditawarkan kepada Cina. Gayungpun bersambut, negeri Tirai Bambu itu antusias untuk mendapatkannya.  Transaksipun terjadi dan dibuatlah sketsa pengiriman dengan rute demi rute dari Timteng hingga Malaysia untuk barang yang bisa jadi berkenaan dengan perangkat supercanggih pesawat drone milik AS itu.

Sketsa itu dijalankan hingga jatuhlah pilihan pada nomor penerbangan 370 pesawat Malaysia Airlines sebagai proses terakhir pengiriman “durian segar” bagi Cina yang merupakan salah satu rival utama AS dalam percaturan global tersebut. Tidak ada petunjuk apakah otoritas Malaysia mengetahui perihal pengiriman barang sensitif tersebut, tapi setidaknya bukan kecil kemungkinan perangkat keamanan Malaysia memang lemah dan gagal mendeteksi masalah ini.

Di pihak lain, dinas rahasia Israel ternyata mengendus proses dan jejak pengiriman barang yang sangat dirahasiakan oleh militer AS tersebut kemudian memberitahukan kepada otoritas keamanan AS. Para agen rahasia keduanya kemudian bekerjasama untuk mencegah pergerakan barang bernilai tinggi itu menuju Cina sambil melibatkan beberapa sekutu mereka, termasuk Australia dan Inggris serta membuat skenario operasi supercanggih, rumit dan detail. Operasi pencegahan melibatkan tim yang terdiri dari sekitar enam hingga sembilan agen yang sangat terlatih di bidang keamanan.

Menurut teori ini, tim tersebut dipastikan masih akan bekerja hingga dua minggu ke depan dengan opsi membiarkan kotak hitam pesawat MH370 hilang dan terkubur untuk selamanya di dasar laut, atau mengambilnya dari kedalaman tapi setelah kehabisan baterai.

Dalam operasi pencegahan, tidak tertutup kemungkinan tim itu menggunakan identitas dan paspor palsu dalam menyamar sebagai penumpang pesawat Malaysia jenis Boeing 777 tersebut. Dua pemuda Iran yang menumpang pesawat dengan paspor hasil curian dan identitas palsu juga bisa jadi merupakan bagian dari skenario yang dijalankan. Dalam ini, dua pemuda Iran itu tidak mesti mengetahui skenario tim rahasia itu, karena bisa saja keduanya diarahkan untuk menumpang pesawat MH730 sebagai bahan persiapan yang mungkin bisa diangkat untuk penggiringan opini publik, misalnya mengaitkan Iran dengan misteri hilangnya MH730 atau minimal menekan Kuala Lumpur melalui pembuktian kelemahan otoritas keamanan dan imigrasi Malaysia.

Alhasil, MH370 terbang dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sesuai jadwal dalam kondisi terpantau oleh radar Malaysia. Namun, di tengah perjalanan ke arah Vietnam kontak radar dengan pesawat itu tiba-tiba terputus dan lenyap sama sekali sebelum kemudian pesawat diumumkan hilang. Belakangan pesawat dipastikan berbelok tajam dan mengubah tingkat ketinggian.

Menurut teori yang diangkat Jahannews, tidak tertutup kemungkinan AS dan Israel sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dari jarak jauh untuk menyembunyikan pesawat MH370 dari deteksi radar di darat. Di dalam pesawat, para agen itu mengeksekusi rencana pembajakan dan mengendalikan pesawat sepenuhnya. Mereka memutar pesawat dari wilayah utara Malaysia ke wilayah udara Thailand menuju Samudera Hindia, tepatnya ke arah pangkalan laut AS di wilayah selatan kepuluan Maladewa. Dalam hal ini, beberapa saksi mata di Malaysia, Thailand dan Maladewa mengaku telah melihat adanya pesawat yang terbang rendah dan tidak wajar.

Pesawat itu lantas mendarat di pangkalan laut AS. Tidak jelas seberapa lama pesawat itu berhenti di situ. Yang jelas, setelah menurunkan barang muatan yang diincar, tidak ada pilihan lain kecuali memusnahkan pesawat itu beserta seluruh penumpang dan semua jejak pesawat. Buruknya cuaca di samudera belakangan mendukung upaya penghilangan jejak itu.

Hal yang paling mendesak bagi para pembajak adalah faktor waktu, karena kotak hitam masih akan aktif selama 30 hingga 35 hari sehingga harus diatur dan dikondisikan sedemikian rupa agar jangan sampai ditemukan. Sedangkan terkait penumpang, ada kemungkinan nyawa mereka sudah direnggut secara massal dengan cara mengubah tekanan udara dan pengaturan oksigen dalam ruang penumpang sebelum pesawat mendarat.

Teori konspirasi itu melanjutkan, usai menurunkan barang yang diincar, para agen menggunakan perangkat supercanggih untuk menerbangkan lagi pesawat dan mengarahkannya ke kawasan yang jauh dari koridor penerbangan internasional di wilayah selatan Samudera Hindia dan menjatuhkannya ke titik yang paling terpencil serta ekstrim dari segi cuaca, tempat yang setelah 16 hari sejak hilangnya pesawat terjadi penampakan obyek-obyek yang diduga sebagai puing-puing pesawat MH370. Temuan berdasar pencitraan satelit itu diumumkan oleh pemerintah Australia. Namun, hingga berakhirnya masa aktif kotak hitam itu tampaknya tidak akan ada informasi berarti  yang bisa didapatkan dari puing-puing. Komando pencarian puing pesawat sengaja diserahkan kepada Australia karena sebagai salah satu aktor peristiwa Negeri Kanguru itu dapat mengatur cara meminimalisir kekuatiran ditemukannya petunjuk seputar motif pembajakan pesawat.

Menurut teori ini, pemerintah Malaysia praktis terseret masuk dalam pusaran permaianan intelijen AS sehingga kerap memberikan statemen-statemen yang membingungkan dan terkesan menyembunyikan informasi penting. Kuala Lumpur terpaksa demikian untuk menutupi kelemahan kinerja otoritas keamanannya atau bisa jadi juga terlibat deal-deal tertentu dengan pemerintah Beijing. Drama demikian akan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan, dan kotak hitam serta puing-puing yang dapat dijadikan barang bukti tidak akan ditemukan, atau ditemukan dan diambil tapi ketika kotak hitam sudah tidak aktif.

Selama masa senggang itu berbagai statemen dan informasi simpang siur dari pemerintah Malaysia dan sumber-sumber lain akan terus merebak susul menyusul untuk mengisi waktu dan mengubah arah investigasi fakta. Dalam konteks ini publik disuguhi oleh berita-berita seputar paspor palsu dua penumpang asal Iran – dengan asumsi bukan bagian dari skenario pembajakan yang sesungguhnya-, ideologi politik pilot, kontak pilot dengan perempuan beridentitas palsu dan tak dikenal dua jam sebelum penerbangan, penyelidikan mengenai tumpahan minyak di sekitar vietnam, kemungkinan pilot bunuh diri, dan entah apa lagi.

Media online Jahannews menyebutkan bahwa informasi-informasi seputar teori ini cukup kuat. Menurut media ini, meskipun informasi secara detail terlampau sulit diharapkan akurat mengingat skenario pembajakan sangat rumit dan terahasia, namun gambarannya secara garis besar sangatlah jelas dan cukup meyakinkan. (mm/jahannews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL