Libya-militantsBenghazi, LiputanIslam.com – Kontak senjata sengit antarmilisi terjadi lagi di kota Benghazi, Libya, menewaskan sedikitnya 13 orang dan menciderai 100 lainnya Jumat (16/5). Kontak senjata itu melibatkan kelompok loyalis Jenderal Halifa Haftar yang mendeklarasikan dirinya sebagai Tentara Nasional Libya (LNA) melawan milisi rivalnya.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa dalam pertempuran itu LNA didukung serangan jet tempur dan helikopter. LNA menepis tuduhan bahwa pihaknya telah menginstruksikan serangan itu, sedangkan Perdana Menteri Interim Libya Abdullah al-Thinni menyebut serangan itu sebagai desersi militer serta “serangan terhadap revolusi”.

Libya telah beberapa kali dilanda konfrontasi antara pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok militan rivalnya yang telah memainkan peran kunci dalam aksi kebangkitan yang menggulingkan dan menewaskan diktator Muammar Gaddafi pada tahun 2011.

Kota Benghazi merupakan tempat lahirnya kebangkitan tersebut, namun selama satu tahun terakhir ini berulang kali diwarnai aksi serangan  dan pembunuhan akibat intensitas perebutan kekuasaan antarmilisi.

Libya dilanda krisis keamanan selama hampir tiga tahun sejak jatuhnya Gaddafi. Para mantan pemberontak menolak meletakkan senjata walaupun pemerintah pusat mengupayakan penegakan hukum dan peraturan. (mm/therebel)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL