nigeria attackMaiduguri, LiputanIslam.com – Kawanan bersenjata yang diduga berasal dari jaringan ekstrimis Boko Haram melancarkan serangkaian serangan di wilayah timur laut negara bagian Borno, Nigeria, mengakibatkan sedikitnya 19 warga tewas, enam di antaranya adalah dosen sebuah perguruan tinggi.

Serangan itu dilakukan dalam tiga aksi terpisah pada Kamis dan Jumat (10-11/4) di Dikwa, Kala-Balge, dan di sebuah lokasi dekat desa Dalwa.  Saki mata di  Dikwa menyebutkan bahwa serangan yang menerjang perguruan tinggi terjadi Kamis dini hari, menewaskan enam dosen dan dua petugas sekuriti. Selain itu, pelaku serangan juga menculik sejumlah perempuan.

Senator Negara Bagian Borno, Ahmed Zanna membenarkan berita serangan di Dikwa, namun tidak memberikan keterangan detail. “Telah terjadi serangan terhadap sebuah sekolah di kota itu tak lama setelah pertengahan malam… Mereka juga merobohkan perpustakaan sekolah kemudian kabur ke dalam semak-semak di tengah kegelapan malam,” ujar Ahmed.

Mengenai serangan Kala-Balge, pejabat setempat menyatakan bahwa kelompok bersenjata telah membunuh tiga warga dan membakar banyak rumah penduduk. Sedangkan pada serangan ketiga yang terjadi dekat desa Dalwa, kawanan bersenjata memblokir jalan raya antara ibu kota Borno, Maiduguri, dan kota Biu. Seorang pejalan kaki di lokasi kejadian mengatakan, mereka telah menembak mati  delapan orang penumpang.

Hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan itu, namun pemerintah Nigeria mencurigai kelompok Boko Haram berada di balik serangan brutal tersebut.
Beberapa daerah di Nigeria sering dilanda kekerasan. Disebutkan bahwa pada tahun ini saja korban tewas sudah mencapai 1,500 orang.

Tentara Nigeria melancarkan operasi serangan ofensif terhadap Boko Haram pada Mei 2014, yaitu sejak Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengumumkan situasi darurat untuk tiga negara bagian Borno, Yobe dan Adamawa. (mm/presstv/timesofindia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*