kongoKinshasa, LiputanIslam.com – Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal motor pengangkut pengungsi Kongo di Danau Albert di wilayah perbatasan antara Uganda dan Kongo mencapai 251 orang. Demikian diumumkan pemerintah Republik Demokratik Kongo Kamis (27/3). Jubir pemerintah Kongo, Lambert Mende menyatakan bahwa atas peristiwa tragis ini Presiden Kongo Joseph Kabila mengumumkan masa berkabung selama tiga hari yang dimulai sejak Kamis sebagai bentuk solidaritas dan rasa iba untuk seluruh bangsa Kongo.

Kapal nahas itu berlayar dari Uganda melintasi Danau Albert menuju Kongo membawa sekitar 300 pengungsi yang hendak pulang dari kamp pengungsian. “Dengan kesedihan yang mendalam kami konfirmasikan kepada bangsa kematian 251 rekan kita yang telah menumpang perahu dari Danau Albert di sisi Uganda,” tutur Lambert Mende.  Dia menyebut peristiwa ini sebagai kecelakaan kapal karam yang paling mematikan dalam sejarah Kongo.

Selasa lalu pemerintah Uganda mengumumkan penemuan 107 jenazah korban, 57 di antaranya anak kecil.  Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) menyebut Uganda sebagai negara paling banyak menampung pengungsi. Selain pengungsi dari Kongo, Uganda juga kebanjiran pengungsi asal Sudan. Hingga akhir Februari lalu, jumlah pengungsi terdata sekitar 329 ,000 orang.

Pasca kemenangan pasukan Kinshasa pada November 2013 atas pasukan pemberontak di wilayah timur Kongo, UNHCR menyatakan ada peningkatan jumlah pengungsi yang pulang ke Kongo dalam tiga bulan terakhir. Mereka pulang melalui jalur darat, dan ada pula yang melintasi jalur danau  dengan menggunakan kapal motor. UNHCR menyatakan perlu dilakukan sosialasi mengenai resiko menempuh jalur danau. (mm/AFP/skynews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL