serangan tgd syiah nigeriaTeheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Iran memanggil Kuasa Usaha Nigeria untuk menyatakan protes atas serangan brutal tentara Nigeria terhadap warga Muslim Syiah di kota Zaria, negara bagian Kaduna, Nigeria.  Bersamaan dengan ini, Forum Ulama Islam Lebanon juga merilis statemen berisikan kecaman terhadap serangan tersebut.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa Sabtu lalu (12/12)  tentara Nigeria telah menembaki warga Muslim Syiah yang sedang mengikuti acara maulid Nabi Muhammad saw di Husainiyah Baqiyyatullah di Zaria mengakibatkan banyak warga Muslim Syiah terbunuh.

Warga Muslim Syiah dituding telah menghentikan konvoi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letjen Tukur Yusuf Buratai ketika Pemimpin Gerakan Islam Nigeria (Islamic Movement in Nigeria/IMN) Syeikh Ibrahim  al-Zakzaky akan berpidato di pusat keagamaan tersebut.

Tentara Nigeria lantas menyerang rumah Syeikh al-Zakzaky dan menangkapnya setelah membantai beberapa orang yang berusaha melindunginya.  Otoritas Nigeria menuduhnya berusaha membunuh Letjen Baratai, namun tuduhan ini dibantah keras oleh Syeikh al-Zakzaky. Hingga kini tidak jelas bagaimana nasib ulama terkemuka Muslim Syiah Nigeria tersebut. serangan tgd syiah nigeria2

Sebagaimana dilansir Press TV, pejabat Kementerian Luar Negeri Iran Senin (14/12) mengecam serangan tersebut dan menyatakan sangat prihatian atas insiden yang “tak dapat diterima” itu.

“Republik Islam Iran secara tegas menyerukan klarifikasi semua aspek kejadian ini, perawatan para korban luka dan pemberian ganti rugi kerusakan,” ungkapnya.
Di pihak lain, diplomat Nigeria menyatakan akan menyampaikan keprihatinan Iran ini kepada para pejabat Nigeria.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika Hossein Amir Abdollahian meminta pemerintah Nigeria supaya menjelaskan kondisi Syeikh al-Zakzaky.

Dia menambahkan bahwa Teheran menjalin hubungan yang “sangat baik” dengan Abuja, dan Iran telah mengatakan kepada para pejabat Nigeria bahwa mereka bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Beberapa laporan menyebutkan korban tewas insiden tersebut sekitar 20 orang, namun IMN menyatakan ratusan anggotanya tewas di tangan tentara.

Sementara itu, Forum Ulama Islam Lebanon yang terdiri atas para ulama Sunni dan Syiah merilis statemen mengutuk serangan tersebut dan menilainya tak lepas dari peran kaum Zionis dan Wahhabi di Negeria.

poster syeikh zakzaky

Poster Syeikh al-Zakzaky di tengah para pengikutnya.

“Sudah lama Rezim Zionis (Israel) bermaksud menghadang perkembangan kubu muqawamah (perlawanan terhadap Israel) di benua Afrika, dan dalam rangka ini secara sistematis mereka  menggunakan modus-modus militer, keamanan dan politik.

Bersamaan dengan ini, negara-negara yang bermaksud menebar faham Wahabisme di Afrika juga melakukan aksi-aksi jahat terhadap warga Muslim Syiah dan berusaha menghalangi perkembangan warga Muslim Syiah di benua ini,” bunyi statemen tersebut, sebagaimana dilansir IRNA.

Statemen ini menjelaskan bahwa Nigeria termasuk salah satu negara yang menjadi sasaran aliansi Amerika Serikat, Zionis, dan kaum takfiri Wahhabi, dan dengan dukungan aliansi inilah kelompok teroris Boko Haram melancarkan berbagai aksi teror dan kejahatan, termasuk pemerkosaan, sementara pemerintah Nigeria tak dapat membasminya.

Forum Ulama Islam Lebanon juga mengingatkan bahwa pada tahun 2013 tentara negara Nigeria juga telah menyerang pawai unjuk rasa Hari al-Quds se-Dunia hingga menjatuhkan banyak korban tewas, termasuk tiga putera Syiekh Zakzaky.

Sedangkan apa yang terjadi Sabtu lalu, lanjut forum ini, pemerintah Nigeria telah menyerang warga Muslim yang mengadakan acara Maulid Nabi saw dengan dalih mencegah upaya pembunuhan terhadap petinggi keamanan Nigeria.

Forum ini juga menegaskan bahwa kelompok teroris takfiri Boko Haram turut terlibat dalam serangan terhadap Husainiyah Baqiyatullah hingga menyebabkan ratusan orang, termasuk wakil Syeikh al-Zakzaky, Syeikh Mohammad Toury, serta isteri dan satu anak Syekh al-Zakzaky terbunuh, sementara Syeikh al-Zakzaky sendiri tidak jelas nasibnya.

Di bagian akhir, statemen tersebut mengutip pernyataan Syeikh al-Zakzaky mengenai kondisi Afrika, termasuk bahwa terorisme tidak mungkin dapat dihentikan di Nigeria selagi Amerika Serikat dan Israel masih bercokol di negara ini.

Laporan terbaru dari BBC menyebutkan militer Nigeria membantah kabar bahwa Syeikh al-Zakzaky dan isterinya, Malam Zeenat Ibrahim, terbunuh. Menurut militer Nigeria, Syeikh al-Zakzaky berada dalam penjara bersama isterinya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL