nigeria boko haramChibok, LiputanIslam.com – Kekerasan di Nigeria semakin tidak pandang bulu dalam memilih korban. Kali ini, kawanan bersenjata tak dikenal dilaporkan telah menculik lebih dari 100 siswi sebuah sekolah menengah di wilayah timur laut Nigeria yang selama ini menjadi ajang konflik.

Sumber-sumber lokal menyatakan para siswi itu diculik kawanan bersenjata yang menyerbu sebuah sekolah di kota Chibok, negara bagian Borno. “Banyak gadis diculik oleh orang-orang bersenjata yang mengamuk, menyerbu sekolah dan datang dengan konvoi kendaraan,” ungkap Emmanuel Sam, pejabat pendidikan kota Chibok.

Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa gerombolan itu mendatangi sekolah dengan mengendarai beberapa truk dan motor. Para siswa dipaksa naik ke atas truk yang dikemudikan oleh kawanan bersenjata.

Sebuah sumber keamanan yang enggan disebutkan namanya menduga aksi ini dilakukan kelompok Islamis radikal Boko Haram. “Kami dapat untuk membuntuti jalannya  truk itu dan kami mendapatinya sempat mogok di kedalaman semak-semak. Kami sekarang berusaha mencari keberadaan gadis-gadis korban penculikan itu,” ujar sumber itu kepada AFP.

Beberapa siswi berhasil kabur  dengan cara melompat dari truk di tengah malam sebelum kemudian kembali ke Chibok. Salah seorang di antara mereka mengaku mendapat kesempatan untuk melarikan diri ketika beberapa orang bersenjata sibuk memperbaiki kendaraan yang mogok.

“Saat mereka sibuk memperbaiki, beberapa orang di antara kami melompat dari kendaraan dan lari ke semak-semak,” kisah siswi itu.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas aksi brutal ini. Namun, aksi kekerasan bernuansa terorisme di negara ini selalu dialamatkan kepada kelompok yang menamakan dirinya “Boko Haram” yang berarti “pendidikan Barat hukumnya haram”.

Aksi penculikan itu terjadi sehari setelah ibu kota Nigeria, Abuja, digemparkan oleh ledakan dua bom dahsyat di sebuah terminal bus di pinggiran kota, mengakibat sedikitnya 71 orang tewas dan 124 lainnya menderita luka-luka.

Sedangkan Ahad lalu, sedikitnya 60 orang tewas akibat dua serangan terpisah di kota Anchaka dan Bama, provinsi Borno.

Dalam beberapa bulan terakhir beberapa wilayah Nigeria sering dilanda kekerasan. Menurut laporan sebuah lembaga peduli HAM yang berbasis di Inggris, Amnesti Internasional, sedikitnya 1,500 orang tewas akibat kekerasan yang terjadi di berbagai wilayah Nigeria sejak awal tahun ini.(mm/presstv/globalpost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL